RIAUBOOK.COM - Yahoo! merupakan nama yang cukup dikenal di dunia internet di era 1990-an. Seiring berkembangnya teknologi, kabar terkini menyebutkan Yahoo! kini diakuisisi oleh Verizon. Lalu, bagaimana nasib para user Yahoo?
Kabar pembelian Yahoo oleh Verizon menimbulkan tanda tanya bagi pengguna layanan email yang digunakan untuk masuk ke akun Yahoo Finance dan Yahoo Sports.
Dikutip dari Okezone.com, Senin (31/7/2017), baik Yahoo maupun Verizon sendiri saat ini masih belum memberikan informasi mengenai bagaimana kelanjutan dari layanan perusahaan mesin pencari ini.
Berdasarkan informasi yang tersiar di Associated Press yang mewawancari CEO Yahoo, Marissa Mayer mengatakan bahwa Verizon akan tetap menggunakan nama Yahoo sebagai merek tersendiri.
Kemudian soal layanan email, Yahoo memiliki jumlah pengguna terbesar kedua di Amerika Serikat, bahkan lebih populer lagi di kawasan Eropa dan Amerika Latin. Untuk itu, Verizon akan tetap menggunakan nama Yahoo sebagai layanan email, ungkap pengamat Paul Verna.
Jika melihat kepada layanan AOL yang sama-sama dibeli Verizon, pengguna yang memakai jasa emailnya tidak perlu menggantinya ke alamat email baru untuk bisa masuk ke layanan AOL. Malahan, AOL memberikan peningkatan kapasitas email dan lampiran.
Sementara itu untuk bisnis website-nya sendiri, Yahoo akan mendukung pengiklan dan konten dalam memperluas pencapaian dan teknologi AOL.
Meski begitu, perusahaan tersebut diketahui telah menutup beberapa divisi kontennya. Termasuk konten-konten favorit selama ini, seperti Yahoo Health, Yahoo Real Estate, dan lima lainnya. Untuk saat ini, yang masih tersisa hanyalah Yahoo Finance dan Yahoo Sports.
Sebelumnya, Yahoo! mengumumkan akan menutup aplikasi News Digest yang diluncurkan pada 2014. Aplikasi ini didasarkan pada teknologi yang dikembangkan oleh seorang remaja Inggris yang menyaring laporan berita lain ke artikel yang lebih pendek.
Sebenarnya, pada akhir Juni 2017 News Digest telah memenangkan sebuah penghargaan yakni Apple Design Award dan telah diinstal lebih dari 9,5 juta di perangkat iOS dan Android di seluruh dunia, menurut firma riset pasar App Annie.
Kini saat pengguna ingin membuka aplikasi tersebut, akan muncul pesan yang menyatakan mereka harus mengunduh aplikasi yang berbeda yakni Yahoo Newsroom.
Aplikasi ini berfungsi sebagai layanan agregasi berita yang lebih luas dan memungkinkan pengguna mem-posting artikel yang mereka buat dan bisa mendiskusikannya dengan orang lain. (RB/okz)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…