Riau Book - Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat secara merata. Salah satunya adalah Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang buka selama 24 jam.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam satu kesempatan mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mendorong untuk penyelenggaraan Puskesmas 24 jam di Riau.
Saat ini, Riau menargetkan dalam waktu dekat, seluruh Puskesmas yang ada di Riau tanpa terkecuali, harus sudah beroperasi selama 24 jam setiap hari. "Itu patut diapresiasi dan didukung secara bersama. Jangan hanya karena asap saja," kata dia.
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (tengah) bersama Dirut Bank Riau-Kepri Irvandi Gustari (kiri/baju putih) meninjau pusat kesehatan gratis yang dibuka Bank Riau-Kepri untuk membantu korban asap Riau.Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan saat ini Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berada di berbagai wilayah kabupaten/kota di provinsi itu telah beroperasi selama 24 jam. Kabupaten Kampar menjadi yang pertama dalam penerapan pelayanan 24 jam tersebut.
Plt Gubernur Riau kunjungi pasien di Puskesmas 24 jam di Pekanbaru.Fokus Layani Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Kampar fokus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat salah satunya dengan menempatkan tenaga medis dan dokter di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat bahkan hingga pelosok daerah.
"Saat ini seluruh Puskesmas di Kampar sudah buka 24 jam, namun masih ada yang kurang, dokternya belum merata dan ini akan diperbaiki. Akan ditempatkan dokter di tiap Puskesmas hingga Puskesmas yanga ada di pelosok daerah," kata Bupati Kampar Jefry Noer.
Jefry menjelaskan, pihaknya telah menerapkan pelayanan kesehatan 24 jam untuk seluruh Puskesmas yang ada di Kampar sejak 2014 sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di tiap kecamatan.
Ia mengatakan, Puskesmas 24 jam dijalankan berawal dari pengalaman masyarakat yang benar-benar kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
"Program Puskesmas 24 jam ini berawal ketika saya berjalan di suatu daerah di Kampar. Saya bertemu warga yang sedang sakit. Ketika itu dia tidak mengenali saya sebagai bupati karena waktu itu berpakaian biasa. Warga tersebut sedang berjalan dengan kondisi tidak sehat dan hendak pergi ke rumah sakit.
Saya bertanya kepada orang tersebut, mengapa tidak berobat ke Puskesmas saja? Warga tersebut mengatakan jika Puskesmas tidak buka pada hari Sabtu karena kebetulan waktu itu hari Sabtu," kata Jefry.
Sejak saat itu, lanjut dia, kemudian seluruh Puskesmas diwajibkan untuk buka setiap hari tidak terkecuali Sabtu dan Minggu. Bahkan diwajibkan buka selama 24 jam dengan sistem kerja dibagi menjadi dua atau tiga bagian.
Tidak hanya itu, kata Jefry pihaknya juga melengkapi fasilitas medis di tiap Puskesman dan diupayakan di tiap Puskesman ada satu unit mobil ambulan yang selalu "standby" mengantarkan pasien ke rumah sakit jika penyakitnya parah.
"Kemudian penempatan dokter juga akan merata diseluruh Puskesmas. Dengan demikian masyarakat dapat berobat dengan maksimal di tiap Puskesmas," katanya.
Kabupaten Kampar merupakan salah satu daerah terluas di Provinsi Riau dengan jumlah pendudukan mencapai lebih 800 ribu jiwa.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Riau Nurzelly Husnedi menyatakan saat ini di Riau terdapat lebih 2.000 dokter namun belum tersebar secara merata hingga ke pelosok desa.
"Mereka masih menjalankan profesi masing-masing di kota besar khususnya Pekanbaru, selain juga di ibu kota kabupaten di Riau," kata Nurzelly.
Ia mengatakan, hal itu merupakan masalah bersama khususnya pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Karena persoalan kesehatan dan dokter juga merupakan tanggung jawab pemerintah, bukan saja IDI.
Nurzelly kembali menjelaskan, bahwa sebaran dokter yang tidak merata merupakan salah satu penyebab masyarakat Indonesia belum dapat mencapai taraf hidup yang optimal.
Karena sesungguhnya, lanjut dia, dokter memiliki peran dalam kesehatan yang merupakan indikator utama dari kesejahteraan suatu wilayah.
Nurzelly mengatakan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan merupakan indikator utama kesejahteraan, sayangnya kesejahteraan belum dapat merata di semua daerah di Indonesia dan ini harus menjadi pemikiran bersama.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan Pemkab Kampar merupakan trobosan baik untuk daerah itu maju dengan masyarakat yang sejahtera. (RB)
AdvertorialIKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…