Foto Acara Reuni Alumni 212 yang digelar di lapangan Monas. (net)

Senin, 11 Desember 2017 - 14:57 WIB 19870000

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H

Dewasa ini, banyak sekali orang-orang direpublik ini yang mengaku paling cinta terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), paling memiliki dan memahami pemaknaan dari bhineka serta tak luput pula tentang paling merasa dirinyalah atau kelompoknya yang paling Pancasila, sehingga doktrin demikian memudahkan untuk menyatakan selain dari dirinya dan selain dari kelompoknya yang memiliki cara pandang dan aplikasian yang berbeda secara otomatis akan dianggap anti NKRI, anti Pancasila, anti Berbhineka dan inilah saat ini yang trend dan viral terjadi dinegeri ini.

Jika ditinjau lebih, secara bahasa arti kata dari "bhineka" adalah beragam dan keberagaman dan jika diperlambat lagi dengan bahasa "kebinekaan" memiliki pengertian keberagaman. Pemahaman ini dapat dengan mudah kita pahami bahwa inti dari semuanya tersebut diatas adalah lebih dari satu atau dengan bahasa lain beragam.

Nah, dalam tulisan ini yang menjadi batasan pokok permasalahan adalah tentang mengakui yang paling berbhineka dan tentang diakui sebagai yang berbhineka, dan yang harus digaris bawahi adalah semua pengakuan orang terhadap seseorang merupakan pengakuan yang berasal dari eksternal dirinya dengan kata lain penilaian tersebut hasil dari pemahaman seseorang, adapun pengakuan sindiri itu bisa saja dapat dibenarkan jika memang seperti demikian adanya akan tetapi kebenaran ini akan mulai dipertanyakan jika pengakuan tersebut mulai merambah kepada menuduh pihak lain dan membenarkan diri sendiri.

Dalam hal ini menarik kita simak suatu buku dengan judul "Kekuatan Dalam Memulai Hal Bodoh" meyatakan, tentu saja kita tidak sedang membicarakan kesombongan seorang ibu kepada anaknya, atau kebanggan yang anda rasakan untuk negeri anda, atau kebanggaan yang anda alami ketika tim anda memenangi pertandingan besar. Kita sedang membicarakan kesombongan yang membuat orang-orang terbutakan, tertahan dan terasing. Jenis kesombongan yang menghalangi mereka mengalami kesuksesan yang bertahan lama. Orang-orang kesulitan meraih tujuan dan mewujudkan mimpi-mimpi akibat salah satu (atau lebih dari satu) alasan yang berkaitan dengan kesombongan sebagai berikut ini:

a.Mereka terlalu sombong untuk mengambil resiko terlihat bodoh.

b.Kesombongan menyakinkan mereka bahwa mereka sudah cukup berusaha- mereka merasa berhak mendapatkan sesuatu.

c.Kesombongan membuat mereka menyalahkan orang lain (atau situasi mereka) atas kurangnya kesuksesan mereka.

d.Orang-orang sombong memercayai mentalitas kekurangan- "supaya aku berhasil, kau harus gagal."

Semua ini merupakan sedikit cara kesombongan membuat orang-orang terjebak di tempat. Namun orang-orang bodoh tahu bahwa melakukan hal gila-bahkan jika itu berarti bersikap cukup rendah hati untuk meninggalkan segalanya dan memulai lagi dari awal-merupakan resep manjur untuk kesuksesan. (lihat, Richie Norton, Kekuatan Dalam Memulai Hal Bodoh, 132-133:2014).

Sekiranya penulis sampaikan, tulisan diatas sedikit dapat menggambarkan kenapa seseorang dapat dengan mudah menyatakan seseorang salah dan langsung menjastifikasi mereka-mereka yang berlainan dengannya sebagai "anti" dan hal-hal yang bertentangan dan yang berkaitan berikutnya, intinya semua tersebut ada karena kebodohan yang di selimuti oleh kesombongan sehingga yang tanpak yang lain adalah suatu yang salah selain dirinya. Hal senada dengan pernyataan Thomas Jefferson, menyatakan " Kesombongan lebih memakan biaya dari pada kelaparan, kehausaan dan kedinginan. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini
Dunia Islam:

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:51 WIB
Opini:

Efek Doa

Rabu, 06 Desember 2017 - 21:09 WIB
Dunia Islam

Allah Pemberi Hidup

Selasa, 05 Desember 2017 - 19:35 WIB
Reuni 212

Persatuan Atas Rahmat Allah

Minggu, 03 Desember 2017 - 14:22 WIB

Keris 'Sakti' Rahasia Dinasti

Sabtu, 02 Desember 2017 - 11:19 WIB

Tugu Antikorupsi, Kebanggaan Riau yang Luntur

Kamis, 30 November 2017 - 02:17 WIB

Hukum dalam Negeri Seni Politik

Senin, 27 November 2017 - 15:08 WIB

Pesek yang Menjelaskan

Jumat, 24 November 2017 - 00:18 WIB
Opini

Muslim, Mengapa Politik Menarik

Rabu, 22 November 2017 - 16:16 WIB
Opini

Ini Bukan Soal SN

Selasa, 21 November 2017 - 17:04 WIB

Mafia Negara, 'Shame on You'

Selasa, 21 November 2017 - 00:28 WIB

Masukkan Aku Dalam Daftarmu

Minggu, 19 November 2017 - 22:57 WIB

Menawar Harga untuk Satu NKRI

Minggu, 19 November 2017 - 20:00 WIB
Opini

Manuver Politik KPK

Jumat, 17 November 2017 - 23:36 WIB
Dunia Islam

Sedikit Tentang Ilmu

Jumat, 17 November 2017 - 09:17 WIB

Jangan Sampai Hukum seperti Sarang Laba-laba

Jumat, 17 November 2017 - 07:07 WIB

Benang Menang Merah Antara HAM dan Kebebasan

Kamis, 16 November 2017 - 13:34 WIB

Cerdas Memilih di Tengah Kemajuan Teknologi

Senin, 13 November 2017 - 13:36 WIB

Pancasila dan Orang Indonesia

Jumat, 10 November 2017 - 21:59 WIB

Catatan Gilang Mahardika untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 22:46 WIB

Catatan Najwa untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

Peran Sentral Pemuda

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 09:26 WIB
Opini

Aditya dan Gelora Gerakan Mahasiswa

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 21:38 WIB

Niat KPK Memang Merusak Citra Peradilan

Senin, 09 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Propaganda Anti Korupsi Seperti Cara Kerja PKI

Minggu, 08 Oktober 2017 - 11:19 WIB

Organ-organ Jaringan Narkoba di Riau, Mana Jantungnya?

Jumat, 06 Oktober 2017 - 23:09 WIB

Bangsa Paling Dermawan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:55 WIB

Polemik E-KTP dan Licinnya Setya Novanto

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:12 WIB

Manusia yang Mencipta Sejarah

Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:17 WIB

Tips Memilih Pengacara Biar Enggak Rugi

Rabu, 04 Oktober 2017 - 08:22 WIB

Sunnah Sedirham Surga

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:55 WIB

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:26 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize