Ustadz Abdul Somad. (net)

Jumat, 31 Desember 2010 - 23:58 WIB 31210000

Ustadz Abdul Somad, The Phenomenon

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh: DR. Moeflich Hasbullah (Pakar Sejarah Islam, Dosen UIN Sunan Gunung Djati)

Lelaki muda Riau kurus ini, kini sudah jadi fenomena. Fenomena dalam gerakan Islam Indonesia kontemporer. Bisa dikatakan, ia fenomena baru pasca Habib Rizieq. Bedanya, Rizieq pemimpin pergerakan (FPI) dan penggerak massa, Abdul Somad pendakwah, da'i, mubaligh. Kedua-duanya ulama berkharisma. Rizieq seorang habib, Abdul Somad bukan. Dua-duanya berwatak keras, bersuara lantang, ucapannya tegas dan wawasan keislamannya luas. Kelebihan Abdul Somad dari Rizieq adalah penguasaan sumber kitab-kitab klasiknya lebih lengkap.

Dalam diri Abdul Somad, banyak kelebihan yang merupakan gabungan dari beberapa sosok ulama-mubaligh masyhur di Indonesia. Lebih dari KH. Zainuddin MZ, Abdul Somad menguasai sumber-sumber klasik Islam atau kitab kuning sebagai sumber keilmuan dakwahnya. Bila Zainuddin MZ hafal membacakan teks Arab dakwahnya, Abdul Somad dengan nama kitabnya, nama pengarangnya, teks kalimatnya dan konteks kitab yang dikutipnya itu. Dan dalam penyebutan itu, ia hampir tidak pernah ada jeda berpikir dulu, daya ingatnya luar biasa, informasi sumber kitab langsung mengalir dari ingatannya. Kalangan ulama, kyai, habaib, ustadz dan mubaligh angkat topi atas penguasaan sumber-sumber kitab klasiknya, semuanya hormat.

Yang unik dari Abdul Somad adalah hubungannya dengan NU. Dia orang NU tapi tidak seperti ulama-ulama NU lainnya yang umumnya berseberangan dengan mainstream atau dengan umat di luar NU. Pikiran Abdul Somad tidak mewakili NU tapi mewakili independensi keilmuan dirinya dan umat Islam. Abdul Somad orang NU tapi membenarkan khilafah dengan dasar kutipan kitabnya yang kuat dan juga simpatik pada Erdogan, bahkan mengidolakannya, yang rata-rata orang NU tidak suka.

Bila dikelompokkan dengan ulama NU lainnya, mungkin ia sejalur dengan KH. Hasyim Muzadi yang ketegasannya sama. Suara keduanya mewakili umat Islam bukan hanya mewakili NU, tapi di NU tetap diterima. Hasyim di jajaran ulama senior, Abdul Somad yunior.

Di kalangan para habib NU, Abdul Somad juga diterima karena kedalaman ilmunya. Ia diundang ke halaqah habaib NU diberi kesempatan bicara yang menunjukkan ke NU-an Somad dan sebelumnya dengan takzim mencium tangan Habib Umar bin Hafidz dan Habib Luthfi Yahya yang kharismatik.

Mungkin Abdul Somad lebih mewakili NU garis lurus bersama Gus Nur tapi beda popularitas, wawasan dan kematangan emosi. Kematangan emosinya Somad bahkan jauh dibandingkan dengan Ketua PBNU sendiri, Aqil Siraj. Tak heran, sebagian kalangan NU ada yang mengharapkan Abdul Somad memimpin NU menggantikan Aqil Siraj. Prediksi saya, bila itu terwujud, citra NU di masyarakat Muslim non NU akan jauh membaik yang selama ini seolah selalu menempatkan diri harus selalu berseberangan dengan gairah keislaman baru yang sedang berkembang.

Di luar NU, Abdul Somad juga pernah sowan ke Amien Rais di Yogyakarta yang merepresentasikan pemimpin senior Muhammadiyah, profesor dan cendekiawan Muslim senior yang tetap konsisten di sayap kritis atas penyelenggaraan pemerintahan. Dengan tawadhu dan pengakuan, kepada Prof. Amien Rais, Abdul Somad meminta nasehat dan Amien Rais pun memberinya nasehat agar Abdul Somad berhat-hati untuk tidak menjadi ulama yang datang ke penguasa dan mengetuk-ngetuk pintu istana.

Bukan mustahil, sarjana alumni Mesir dan Maroko yang kurus, cerdas, tegas, berilmu dan independen ini, akan menjadi pemimpin alternatif Islam Indonesia masa depan yang diterima semua golongan. Sosoknya jarang ada pada ulama-ulama lain yang selama ini dikenal. Ceramah-ceramahnya padat ilmu dan humor-humornya segar. Ia tegas tapi fleksibel, militan tapi juga kultural.

Dalam diri Abdul Somad ada kultur NU, ada kemajuan Muhammadiyah, ada nahyi munkar FPI, ada aspirasi para habib, ada penerimaan pada khilafah bahkan ada nuansa salafi-wahabi. Lengkap sudah ulama yang satu ini dan, sekali lagi, bukan mustahil, inilah sosok pemimpin Islam Indonesia masa depan yang selama ini sulit dicari! (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Intoleransi Toleransi

Sabtu, 30 Desember 2017 - 23:08 WIB

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

Jumat, 29 Desember 2017 - 23:33 WIB
Opini:

Dimulai Dari yang Kecil

Jumat, 29 Desember 2017 - 16:59 WIB

Persatuan Bangsa-Bangsa Dalam Perspektif Psikologi Hukum

Selasa, 26 Desember 2017 - 23:48 WIB

Gubri Ideal

Minggu, 24 Desember 2017 - 01:32 WIB

Para Pembebek Nabi

Minggu, 24 Desember 2017 - 21:33 WIB
Opini:

LGBT Itu Penyimpangan Fitrah

Kamis, 21 Desember 2017 - 18:18 WIB
Opini:

Membaca Arah Penguasa Zaman Now

Kamis, 21 Desember 2017 - 10:31 WIB
Opini:

Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:37 WIB

Ramalan Shio untuk Karir Masa Depan

Kamis, 21 Desember 2017 - 07:46 WIB
Opini:

Anti-LGBT Itu Alami

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:57 WIB
Opini:

Narasi Tanpa Orasi

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:38 WIB
Opini:

Andi Rachman Berpotensi Menang Pilgubri 2018

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:36 WIB
Opini:

PDIP Untung, Andi Rachman Rugi

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:16 WIB
Opini Fahri Hamzah:

The Real People Power

Senin, 18 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Aksi Cuma Omong Doang

Senin, 18 Desember 2017 - 21:38 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Al-Aqsha di Hatimu

Senin, 18 Desember 2017 - 20:57 WIB

Baca Garis Tangan, Konon Katanya Menentukan Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2017 - 23:30 WIB
Dunia Islam:

Bela Al-Aqsha

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:48 WIB
Opini:

Polemik Putusan MK

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:31 WIB
Opini:

Tuntaskan Kasus Begal Sekarang Juga

Jumat, 15 Desember 2017 - 00:19 WIB
Opini:

Tapak Kilas Kemesraan Indonesia, Mesir dan Palestina

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Kelak Di Hadapan Allah

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:40 WIB
Al-Aqsha Menunggumu

Perhatian dan Perhatikan

Kamis, 14 Desember 2017 - 00:54 WIB
Opini:

Membalik Logika

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:04 WIB
Opini Fahri Hamzah:

Ustad Abdul Somad, Tadzikrah Bagi Bangsa

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:24 WIB
Dunia Islam:

Abdul Hamid II dan Baitul Maqdis

Selasa, 12 Desember 2017 - 13:30 WIB

Riau dan Yogyakarta

Selasa, 12 Desember 2017 - 10:35 WIB

Atas Nama NKRI dan Pancasila

Senin, 11 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Baitul Maqdis Pusat Negeri Mukmin

Senin, 11 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

Senin, 11 Desember 2017 - 14:57 WIB
Dunia Islam:

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:51 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize