RIAUBOOK.COM - Asisten I Sekeretariat Pemerintah Provinsi Riau Ahmad Syah Harrofie kecewa dengan pernyataan salah seorang Senator Abdul Gafar Usman menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI yang menyatakan kalau Pemprov Riau setengah hati dalam mempersiapkan Embarkasi Haji Antara Riau, Rabu (28/2/2018).
"Kita kecewa dengan statment senator kita, Bang Gafar Usman, yang harusnya sebagai Anggota DPD, mantan Kepala Kanwil Departemen Agama, seharusnya ikut mendorong, kalau ada kekurangan di sana-sini, ya itu sama-sama lah kita perbaiki, bukan dilemahkan semangat kita, kita udah berjuang habis-habisan, harusnya dia sebagai Anggota DPD, berjuang untuk Kementerian Agama," kata Asisten I kepada RiauBook.com di Kantor Gubernur Riau.
Asisten I megatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan komunikasi kepada yang bersangkutan.
"Bahan-bahannya sudah kita kasih, bahan-bahan tentang persiapan kita itu. Nah, kalau itu belom siap bukan berarti kita setengah hati, kan ada proses, padahal kita sudah setengah mati, seharusnya dia juga berjuang sebagai Anggota DPD, kebutuhan dan kepentingan daerah harus diperjuangkan, ada kekurangan saat ini, ayo kita perbaiki," tutur Asisten I.
Kata dia, seharusnya Gafar Usman bisa memberikan garansi kepada Kementerian terkait kalau Pemprov Riau sanggup untuk menyelesaikannya di bulan April.
Seperti diketahui, sebelumnya Gafar Usman menyatakan kalau Pemrov Riau tidak serius dalam mengurus Embarkasi tersebut, karena beberapa syarat untuk mendapatkan Embarkasi tak kunjung dapat dipenuhi.
Hal itu disampaikannya pada Selasa (20/2/2018) saat acara Temu Aspirasi (TA) dengan Ka. Kanwil Kemenag Riau Supardi Hasibuan dan jajarannya.
Gafar Usman mengatakan, sebagai wakil rakyat yang duduk di Pemerintah Pusat, dirinya sadar akan kewajiban untuk selalu memperjuangkan hak-hak daerah, apakah itu hak masyarakat pribadi, organisasi dan pemerintah daerah.
"Hanya saja sangat disayangkan, banyak dari aspirasi yang masuk ke dirinya, syarat untuk mendapatkan bantuan tidak bisa dipenuhi, sehingga apa yang diinginkan tidak tercapai," kata dia.
Kata dia, seperti halnya untuk mendapatkan Embarkasi tersebut, sudah dari lama pihak Kementerian Agama sudah siap untuk membangun, namun lokasi lahan untuk membangunnya belum dipersiapkan.
"Ada dulu dijanjikan lokasi di belakang arena MTQ ternyata sertifikat tidak diserahkan karena tanahnya bermasalah dan bersengketa, padahal Embarkasi ini sangat penting sekali dan juga termasuk PAD dan sekaligus juga meringankan biaya ongkos haji ke depan," kata dia.
Gafar Usman menjelaskan, karena terus ada desakan, pada tahun 2016 Menteri Agama berjanji memberi izin untuk Embarkasi Antara, namun tidak terealisasi karena tindak lanjut dari Pemprov Riau dinilai kurang serius.
"Tetapi itu mentah juga, karena gedung yang digunakan untuk asrama Jamaah Haji (JH) yakni Rusunawa di belakang RS Awal Bros tidak memenuhi syarat, gedung Rusunawa itu memang besar empat tingkat, tetapi disitu tidak punya ruang pertemuan, tidak ada kamar pemeriksaan kesehatan dan ruang dokumen serta syarat lainnnya, akhirnya Embarkasi Antara ini batal lagi," kata dia. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…