RIAUBOOK.COM - Masyarakat Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, selama ini hidup dalam kegelapan tanpa adanya penerangan listrik.
Hal itu disebabkan jaringan utama penerangan listrik di desa tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah dibangun tahun 2014 silam telah mengalami kerusakan setelah satu tahun dipakai (awal 2016,red).
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Sungai Upih sangat mengeluh kesusahan dalam menjalani hidup akibat tidak berfungsinya sumber vital kehidupan masyarakat yakni jaringan listrik. Untuk itu, masyarakat Desa Sungai Upih berharap adanya perhatian dari Pemerintah untuk mengatasi krisis listrik yang telah dirasakan masyarakat sejak dua tahun terakhir.
"Sejak awal tahun 2016 lalu setelah rusak terbakarnya PLTS di Desa Sungai Upih, kami sangat kesulitan menjalani kehidupan akibat putus totalnya jaringan listrik dari PLTS.
Dimana selain hidup dalam kondisi gelap gulita akibat tidak memiliki genset, kami juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk MCK karena tidak bisa menghidupkan kran air. Untuk itu, kami berharap agar Pemerintah dapat memberikan solusi atau memberikan bantuan pembangkit listrik, sehingga kami tidak mengalami kesulitan menjalani hidup akibat terjadinya krisis listrik di desa kami," kata salah seorang warga Desa Sungai Upih Nanang Juanda, Minggu (4/3/2018).
Sementara itu, Camat Kuala Kampar Roby Ardelino SSTP ketika dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan masyarakat Desa Sungai Upih akibat putus totalnya arus listrik dari jaringan PLTS di desa tersebut.
"Jadi, putusnya arus listrik ini diakibatkan PLTS Sungai Upih mengalami kerusakan karena terjadinya kebakaran yang diduga disebabkan adanya korsleting arus pendek listrik pada awal tahun 2016 lalu. Dan akibat kerusakan mesin PLTS ini, maka menyebabkan masyarakat telah lebih dua tahun hidup dalam kondisi gelap gulita tanpa penerangan," sebutnya.
Diungkapkan mantan Lurah Kerinci Timur kecamatan Pangkalan Kerinci ini, bahwa pembangunan PLTS tersebut dimulai pada tahun 2014 yang merupakan bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pusat melalui Kementerian ESDM RI.
Hanya saja, kata dia, pada awal tahun 2016 lalu, PLTS ini terbakar sehingga tidak bisa difungsikan lagi karena belum dilakukan perbaikan. Namun demikian, harapan masyarakat untuk kembali mendapat penerangan listrik dari PLTS tersebut, saat ini telah mendapat kejelasan. Dimana pada tahun 2018 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Riau memastikan akan segera melakukan perbaikan PLTS tersebut dalam waktu dekat ini.
"Alhamdulillah, setelah pada awal tahun 2017 lalu kita mengajukan permohonan bantuan perbaikan PLTS tersebut kepada Pemprov Riau, akhirnya pada tahun 2018 ini Pemprov Riau melalui Distamben Riau, baru merespon keinginan masyarakat Desa Sungai Upih ini.
Dimana Distamben berjanji akan segera melakukan perbaikan mesin PLTS yang telah rusak terbakar sejak awal tahun 2016 lalu. Untuk itu, kami berharap agar Pemprov Riau melalui Distamben Riau dapat segera merealisasikan perbaikan PLTS tersebut dan tidak hanya sekedar janji semata. Sehingga masyarakat Desa Sungai Upih tidak lagi hidup dalam kegelapan," kata dia. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…