RIAUBOOK.COM - Para pengguna media sosial baiknya waspada karena ternyata kebiasaan itu justru berdampak buruk dan sangat merugikan manusia.
Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Kamis (24/5/2018), berikut lima fakta mengerikan seputar media sosial yang diam-diam mengendalikan pikiran Anda:
1. Gunakan Warna Merah Sebagai Serangan Psikologis
Warna merah kerap dikaitkan dengan bahaya atau sinyal peringatan. Pada rapor anak sekolah pun kerap menggunakan tinta merah apabila dinilai performanya tidak baik dalam pelajaran.
Karena hal itulah, sejumlah perusahaan media sosial mengunakan warna itu agar memberi efek kejut pada penggunanya. Awalnya, ikon pemberitahuan di Facebook menggunakan warna biru, sesuai dengan logo situsnya.
Namun belakangan, tanda peringatan atau pemberitahuan di Facebook berubah jadi warna merah. Langkah ini dinilai sangat efektif karena dapat mendorong pengguna untuk membuka aplikasi.
2. Memanfaatkan Emosi Negatif
Orang-orang lebih cenderung menggunakan media sosial ketika sedang mengalami emosi negatif. Seperti saat merasa bosan, kesal, atau punya masalah dengan orang lain.
Para peneliti juga menemukan bahwa orang depresi lebih sering memeriksa email karena tekanan yang sama.
Perusahaan media sosial memang ingin membuat para penggunanya yang sedang diselimuti emosi negatif terus menerus bertahan pada layar ponsel.
Ketika sedang bosan atau marah ingin curhat, maka mereka akan menyampaikannya lewat unggahan status atau foto.
Pengguna akan merasa media sosial jadi tempat terbaik untuk curhat karena akan mendapatkan like atau memancing komentar dari para pengikutnya.
3. Pengguna Seakan Dihargai
Tombol 'menyukai' dan 'membagikan' pada media sosial adalah penguat bagi pengguna untuk terus menerus kembali ke platform. Ketika orang menerima bentuk-bentuk validasi sosial semacam ini, maka akan ada aliran dopamin (sistem kerja saraf otak) atau yang lebih dikenal sebagai molekul hadiah.
Terlebih bagus atau tidaknya sebuah unggahan kerap dikaitkan dengan banyaknya jumlah orang yang menekan like atau mengisi kolom komentar.
Tombol semacam ini benar-benar membuat para pelaku di perusahaan media sosial untung karena dapat mengikat penggunanya.
4. 'Medsos' Pura-Pura Jadi Teman Baik
Sebetapa kuatnya ikatan yang dilakukan media sosial pada penggunanya mengakibatkan kebanyakan orang menganggap sebuah aplikasi di ponsel adalah teman baiknya.
Bahkan Facebook kerap membuat sebuah cuplikan video riwayat perjalanan Anda selama menggunakan media sosial tersebut. Dengan sengaja Anda dihadiahi rekaman video kumpulan foto-foto Anda dari beberapa tahun lalu hingga saat ini.
Seolah-olah media sosial jadi sahabat baik Anda. Padahal, segala upaya yang dilakukan oleh perusahaan pada pengguna, ujung-ujungnya untuk pencitraan (self branding).
5. Diam-Diam Medsos 'Memata-Matai' Anda
Belum lama ini, Facebook diterpa masalah soal kebocoran data pengguna. Sang pemilik, Mark Zuckerberg bahkan harus berurusan dengan hukum karena isu ini.
Lewat data-data yang Anda masukkan, mulai dari umur, lokasi tempat tinggal dan lainnya, perusahaan media sosial bisa membedakan segmentasi iklan untuk penggunanya.
Pelaku iklan pun dengan mudah memasarkan produknya. Iklan kosmetik misalnya. Perusahaan akan menyasarkan iklan ini pengguna remaja perempuan, sesuai dengan data yang mereka simpan.
Sumber Liputan6


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…