RIAUBOOK.COM - Kejayaan perekonomian di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tentu menjadi imipian sekaligus harapan seluruh masyarakat di pesisir itu.
Mar Hasan, 82 tahun, salah seorang tokoh masyarakat tionghoa Selatpanjang mengatakan, pemerintah daerah sebagai motor penggerak pembangunan tidak bisa berperan sendiri, tanpa adanya komitmen, persatuan dan dukungan masyarakat.
"Membangun itu seperti rantai traktor, rusak semata saja maka hancur semua. Jadi jangan membedakan diri kita antara satu dan lainnya, kita memerlukan komitmen persatuan untuk menggesa pembangunan," kata Mar Hasan, saat bincang bincang di Selatpanjang, Sabtu 1 September 2018.
Melihat kondisi perekonomian di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah perlu mengambil pelajaran dari berbagai lembaran masalah sosial masa lalu, untuk diperbaiki dan dijaga kedepannya.
"Kita sudah melalui masa itu, kehidupan sosial ekonomi masyarakat selatpanjang ini ibarat pelangi, sekarang bagaimana mengembalikan kejayaan perekonomian itu, bagaimana orang selatpanjang yang sudah berhasil di daerah lain mau kembali ke daerah ini dan ciptakan usaha baru," ucapnya.
Menurut Mar Hasan, sampai saat ini masih banyak sektor potensial untuk meningkatkan perekonomian daerah yang belum tergali, seperti sektor pariwisata dan pertanian atau perkebunan, dimana untuk menggali potensi itu dibutuhkan validasi data Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA).
Dikatakannya, upaya itu memerlukan dukungan bersama dan pemerintah daerah menjadi motor penggeraknya, seperti membuat program pariwisata 'One Day Only' menginap di Selatpanjang dengan suguhan berbagai kegiatan iven pariwisata dan makanan khas daerah.
Orang tua itu mencontohkan, melalui program wisata 'One Day Only' di Selatpanjang, para wisatawan dapat diarahkan mengunjungi situs sejarah, taman mini budaya, wisata keliling berdayung sampan dan memancing, sambil disediakan makanan khas daerah dan buah buahan.
"Kemudian setelah makan malam diarahkan melihat penampilan seni budaya tempatan atau hiburan rakyat, seperti joged suku asli akit, zapin, penampilan barongsai juga reog, dalam rangka melestarikan seni budaya masyarakat," paparnya.
Disamping itu, kata Mar Hasan, perlu juga adanya pembinaan sadar wisata bagi seluruh unsur masyarakat terkait, seperti bagi para pengemudi ojek, becak dan lainnya.
Jika sektor pariwisata tumbuh di daerah ini, lanjut Mar Hasan, otomatis akan banyak tumbuh dan berkembang usaha travel wisata, yang nantinya dapat membantu tersedianya fasilitas pendukung serta promosi bagi kemajuan iven pariwisata di Kepulauan Meranti.
"Sekarang kita setakat masih berharap, tapi kita belum siap sepenuhnya. Padahal kita punya potensi yang besar. Kita punya 'air sumur' yang melimpah, tapi tali untuk menimba air itu belum sampai," jelasnya.
Hal senada dikatakan Encik Azman AN BcHk, 58 tahun, tokoh aktivis sosial masyarakat Kepulauan Meranti ini mengharapkan, gagasan yang terpendam dari seluruh lapisan tokoh masyarakat di daerah ini hendaknya bisa diserap oleh organisasi perangkat daerah terkait.
"Seperti badan koordinasi penanaman modal daerah, kita harapkan mampu menyerap dan mengkoordinasikan setiap masukan saran dari masyarakat, terutama kalangan pengusaha swasta, seperti gagasan program wisata 'One Day Only' menginap di Selatpanjang ini," ujarnya.
Selain itu, kata Azman, peran nyata Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga harus diwujudkan, BUMD hendaknya mampu menjadi alat pemerintah daerah bagi kemajuan perekonomian masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Jadi BUMD jangan hanya nampak plangnya saja, harus berdaya guna dan memiliki komitmen yang jelas bagi mendukung kemajuan perekonomian masyarakat. Mungkin bisa membuat kebun binatang mini sebagai salah satu unit usahanya," saran Azman.
Untuk membangun komitmen bersama dan persatuan masyarakat, lanjut tokoh pendiri Perkumpulan Pelestari Adat Budaya Kesultanan Siak Sri Indrapura ini, pihaknya siap untuk memfasilitasi dialog antar etnis dan suku masyarakat bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti. (RB/MCR)
Report Susanto Sudarmono


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…