RIAUBOOK.COM - Kasus pembunuhan dan penculikan anak di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, terungkap, saat pelaku MS mengubur Ayub (5) di dalam lumpur, diketahui korban masih bernyawa.
"Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan lumpur di dalam paru-paru korban," kata Waka Polres Siak Kompol Abdullah Hariri, saat melakukan konferensi pers di Mapolres Siak, Kamis (3/1/19).
Kompol Abdullah Hariri mengatakan, pelaku semula menculik korban dengan cara menjemput korban di rumah neneknya untuk membeli es krim.
"Korban dan pelaku ini merupakan sepupu, jadi saat dijemput tidak ada curiga apapun dari pihak keluarga," kata Waka Polres.
Ia menjelaskan, setelah itu pelaku membawa korban di Jalan Cenderawasih Kampung Perawang Barat, sampai di TKP pelaku mengikat korban.
"Kemudian korban menjerit, kebetulan saat itu ada orang yang lewat, maka pelaku mencekik korban," kata Waka Polres.
Saat itu waktu sudah Magrib, pelaku pergi dan korban ditinggalkan dalam kondisi terikat.
"Setelah pukul 12 malam, pelaku kembali datang ke TKP. Saat itu kata pelaku, korban sudah tidak bernyawa, maka untuk menghilangkan jejak, pelaku langsung menguburkan korban di dalam lumpur," kata Kompol Hariri.
Kompol Hariri mengatakan, menurut pengakuan pelaku, korban di benam di dalam lumpur, dikarenakan saat itu kondisi sedang hujan lebat, maka ditemukan korban pertama kali keesokan harinya kondisi korban terkubur separuh badan, karena korban di kubur di aliran lumpur.
"Sebelum pelaku datang kembali sekitar pukul 12 malam itu, pelaku sudah mengirim SMS ke ayah korban untuk meminta uang tebusan sebesar Rp 300 juta," kata Waka Polres.
Waka Polres menjelaskan, pelaku tidak berniat untuk membunuh korban, karena saat kejadian korban menjerit, maka pelaku mencekik korban, pelaku mengira saat itu korban sudah tidak bernyawa.
Pelaku berhasil ditangkap keesokan harinya di depan sebuah Hotel di Perawang, saat dilakukan pengecekan di HP pelaku, nomor HP pelaku sama dengan nomor yang mengirim SMS ke ayah korban.
Sebagaimana diketahui, 28 Desember 2018 lalu, pelaku MS menculik dan membunuh korban yang bernama Ayub di Jalan Cenderawasih Kampung Perawang Barat Tualang, pelaku meminta tebusan sebesar Rp 300 ke keluarga korban. (RB/Agus)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…