Polisi menggiring Bagus Bawana Putra, tersangka kasus berita hoax saat Rilis berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kamis, 04 April 2019 - 09:38 WIB 17950000

Sidang Perdana Kasus Hoax 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos, Terdakwa Terancam 10 Tahun Penjara

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos memasuki babak baru, pihak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana kasus kasus tersebut pada Kamis, 4 April 2019.

Rencananya sidang dimulai pukul 11.00 WIB, dengan terdakwa Bagus Bawana Putra atau BBP.

"Agenda sidang perdana, ruang Purwoto Ganda Subrata," tulis jadwal persidangan yang tertera di situs resmi PN Jakarta Pusat, dilihat Liputan6.com, Kamis (4/4/2019).

Kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos ini, diawali oleh cuitan politisi Partai Demokrat Andie Arief melalui akun twitternya pada awal Januari 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergerak cepat menuju pelabuhan Tanjuk Priok, demi memastikan hal tersebut. Namun rupanya kabar tersebut bohong.

Polri yang ikut menelusuri sumber kabar bohong tersebut akhirnya mendapati diduga pelaku bernama Bagus Bawana Putra (BBP). BBP kemudian ditangkap di Sragen, Jawa Tengah, pada 7 Januari 2019.

Penyelidikan lebih dalam menerbangkan BBP ke Jakarta. Selama hampir dua bulan, akhirnya tim Bareskrim Mabes Polri merampungkan berkas dan melimpahkannya ke tahap dua ke Kejaksaan Agung pada 28 Februari 2019.

"Penyidikan kasus tersangka BBP dinyatakan lengkap, jadi 28 Februari 2019, kami limpahkan tahap dua ke Kejaksaan Agung," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat 1 Maret 2019.

Berselang sekira satu bulan, pihak kejaksaan negeri Jakarta Pusat siap menyidangkan BBP. Perkara tercatat, atas tindak pidana khusus bernomor 334/Pid.Sus/2019/Pn.Jkt.Pst dengan jenis perkara Informasi dan Transaksi Elektronik.

Diketahui, BBP dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana karena diduga sengaja menyiarkan berita bohong atau hoaks, dengan ancaman hukuman dijerat maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Najib Razak Terancam 100 Tahun Penjara

Rabu, 03 April 2019 - 19:16 WIB

Kasus Cabul Oknum Guru di Siak 'Jalan Ditempat'

Selasa, 02 April 2019 - 11:31 WIB

Kisah Anak yang Diculik di Siak Hingga Ia Terlepas

Senin, 01 April 2019 - 13:45 WIB

KPK Lakukan OTT, Kabarnya dari Ketum Partai Politik

Jumat, 15 Maret 2019 - 11:47 WIB

KPU tak Akan Rubah Format Awal Didebat Ketiga

Selasa, 12 Maret 2019 - 21:48 WIB

Dalam Semalam, Polisi Sikat Dua Tempat Sabu di Tualang

Selasa, 12 Maret 2019 - 13:29 WIB

Papua Beri Signal Kerawanan Pemilu 2019?

Sabtu, 09 Maret 2019 - 15:14 WIB

3 Poin Sikap Demokrat untuk Andi Arief

Selasa, 05 Maret 2019 - 06:47 WIB

Tersangka, Kepsek Cabul di Siak Ditahan

Kamis, 28 Februari 2019 - 13:02 WIB

Dalam Sidang, Ratna Sarumpaet Acungkan Simbol 2 Jari

Kamis, 28 Februari 2019 - 11:06 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize