Kerusuhan 22 Mei. (dtc)

Kamis, 23 Mei 2019 - 15:09 WIB 12480000

MUI: Kerusuhan 22 Mei Nodai Kesucian Ramadan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Pascapilpres 2019 terjadi kerusuhan di Ibu Kota Jakarta, hal itu disayangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI prihatin atas kasus kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019 di Jakarta dan menilai kerusuhan menodai kesucian bulan Ramadhan.

"Aksi kerusuhan tersebut merupakan bentuk tindakan brutal dan anarkis yang bertujuan ingin menciptakan kekacauan, konflik dan perpecahan di kalangan masyarakat dengan cara memprovokasi dan mengadu domba di antara elemen bangsa. Aksi kerusuhan yang dilakukan pada bulan Ramadhan sangat disesalkan karena telah menodai kesucian bulan yang sangat dimuliakan oleh umat Islam dan hukumnya haram," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5/2019).

Kerusuhan terjadi di saat momen penetapan pemenang Pilpres 2019. MUI meyakini kerusuhan yang terjadi bukan disebabkan massa Aksi 22 Mei, melainkan sekelompok massa lainnya yang sejauh ini sudah ditetapkan sebanyak 257 tersangka.

"MUI meyakini kerusuhan yang terjadi bukan dilakukan oleh para pengunjuk rasa dan peserta demonstrasi, tetapi dilakukan oleh sekelompok orang yang berniat jahat menginginkan Indonesia terkoyak dan tercerai berai," kata Zainut.

MUI meminta masyarakat tidak terpancing provokasi yang nantinya akan berujung tindak pidana kekerasan. Para elite juga diminta membuat kalimat-kalimat bernada menurunkan tensi politik.

"MUI mengimbau kepada para elite politik, tokoh agama dan masyarakat untuk mengembangkan narasi kesejukan yang dapat mendorong terbangunnya rekonsiliasi nasional dan persaudaraan kebangsaan. Dan meninggalkan narasi provokatif dan penuh kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Zainut.

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya sebelumnya menyampaikan para perusuh ditangkap di 3 lokasi berbeda: sekitar Gedung Bawaslu, Gambir, dan Petamburan. Massa perusuh berasal dari sejumlah daerah di luar Jakarta. Mereka kemudian bertemu dengan sejumlah orang di Jakarta untuk merencanakan penyerangan.

"Jadi sudah saya jelaskan bahwa dari pelaku perusuh yang kita tangkap ini adalah sudah direncanakan, setting, ada yang membiayai, sudah mempersiapkan barang-barangnya karena di Petamburan itu batu, busur, sudah tertata di pinggir jalan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/5).

Para pelaku dijerat dengan pasal 170, 212, 214, dan 218 KUHP. Sedangkan pelaku pembakaran asrama polisi di Petamburan ditambahi dengan Pasal 187 KUHP. (dkp/fjp)

Sumber detikcom

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Agar Puasa Berjalan Lancar, ini 5 Tips Jitunya

Senin, 06 Mei 2019 - 11:09 WIB

Agar Puasa Tidak Sia-sia dan Diterima Allah SWT

Minggu, 05 Mei 2019 - 13:38 WIB

Agar Puasa Tetap Segar Bugar, Ini Tipsnya

Minggu, 05 Mei 2019 - 12:40 WIB

Prabowo Shalat Jumat di Masjid Ini

Jumat, 19 April 2019 - 13:29 WIB

Ikatan Muslim RAPP Berikan Rumah untuk Andini

Senin, 25 Maret 2019 - 12:15 WIB

Gubernur Riau Resmikan Mesjid Al-Anshor

Jumat, 22 Maret 2019 - 17:35 WIB

Ibunda Ustaz Abdul Somad Tutup Usia

Senin, 18 Maret 2019 - 14:36 WIB

Sah, Gedung Asramah Haji Milik Pemprov Riau

Selasa, 27 November 2018 - 12:30 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize