RIAUBOOK.COM- Provinsi Riau menempati peringkat lima se-Indonesia soal urusan peredaran narkoba, capaian buruk ini diungkapkan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar pasca menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional yang digelar di Aula Brimob Polda Riau pada Rabu (26/6/2019) lalu.
Gubri menilai, letak geografis "Bumi Lancang Kuning" yang memiliki garis pantai begitu panjang dan berhadapan langsung dengan negara tetangga, sangat setrategis menjadi pintu masuk peredaran barang haram tersebut.
Karenanya, Syamsuar turut mengajak seluruh komponen lapisan masyarakat untuk bekerja sama mencegah dan menanggulangi peredaran narkoba di wilayah setempat. "Riau ini sekarang jadi perhatian, saya juga minta bantuan juga ini Pak Ustdaz, karena Riau sekarang masuk sepuluh besar di Indonesia soal peredaran narkoba, nomor lima sekarang Riau ini," kata Syamsuar dihadapan para pembina hafiz dan hafizah Qur'an dalam acara pelepasan Khafilah STQ-Nasional ke XXV.
"Kalau nomor lima musabakah (Al Qur'an) kan bagus, ini nomor lima dalam urusan narkoba. Lembaga pemasyarakatan dimana-mana sekarang paling besar penghuninya itu karena tersangkut masalah narkoba. Jadi pintu masuknya ini itu dari daerah-daerah pesisir, Dumai, Bengkalis, siak, Meranti, Rohil, Selat Panjang, ini daerah masuk narkoba semua," paparnya.
Menghadapi masalah ini, Syamsuar mengaku Pemprov Riau sudah menyusun Tim Terpadu yang melibatkan seluruh eleman masyarakat, pihaknya juga akan melakukan pemetaan terhadap daerah yang dianggap sebagai titik rawan peredaran narkoba.
"Selama ini urusan narkoba hanya diurus oleh BNN, Polda, di masa kepemimpinan kami ini, Pemda, ustadz, dharma wanita, anak-anak remaja semua akan kita libatkan untuk mencegah peredaran narkoba ini," tuturnya.
Lanjut Syamsuar, pihaknya juga akan segera melakukan rapat koordinasi dengan kabupaten/kota setempat, berlanjut hingga ke tingkat desa. "Apa yang akan kita buat di sana? Nanti kita akan latih ibu-ibu misalnya buat kerajinan, sehinga dia bisa diberdayakan".
"Karena kalau ada kerjasama dengan masyarakat tak akan terjadi peredaran narkoba ini, kita bisa langsung tangkap dia (pengedar), ini (peredaran narkoba) terjadi karena masyarakat juga cari makan di situ (bisnis narkoba). Jadi kalau ini (upaya pencegahan) tidak ada yang mengkoordinir, tidak ada kerja sama, ya bahaya anak-anak Riau ini," tambahnya.
Syamsuar berharap, apa yang diikhtiar tersebut mendapat pertolongan Allah SWT, minimal Riau tidak masuk dalam masuk sepuluh besar dearah peredaran narkoba.
"Maka dengan adanya ikhtiar ini, saya juga berharap dapat masalah ini bisa kita atasi secara bersama-sama. Karena ini merupakan tanggung jawab kita semua, apalagi Indonesia sudah ditetapkan sebagai darurat narkoba," demikian Syamsuar. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…