RIAUBOOK.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, fenomena langit merah yang terlihat mengerikan di Muaro Jambi pada Sabtu 21 September 2019 disebabkan oleh ratusan titk api dengan level convidence di atas 80 persen.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Agus Wibowo Soetarno menyebutnya dengan istilah fenomena Mie Scattering atau Hamburan Mie.
"Ini data tadi pagi di Muaro Jambi, terjadinya hotspot 430 yang validitasnya di atas 80 persen. Jadi memang di sana banyak sekali titik api," kata Agus Minggu (22/9/2019).
Akumulasi titik api tersebut menghasilkan asap dan debu yang berterbangan. Partikel itu terkena pantulan sinar matahari yang keudian berubah menjadi berwarna merah.
Disebutkan Agus, partikel polutan yang berukuran sekitar 0.7 micron dari debu tersebut menyerupai panjang gelombang warna merah dan oranye.
"Hal itu menyebabkan sinar matahari dihamburkan jadi warna oranye - merah, kita sebut Hamburan Mie atau Mie scattering," ujarnya.
Agus menuturkan, kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada tahun 2015. Langit oranye kemerahan itu pun disebabkan oleh hotspot yang tinggi saat itu.
Menurut Agus, dampak negatif dalam fenomena ini ialah jarak pandang masyarakat yang terbatas asap dan debu yang berterbangan akibat dari adanya aktivitas kebakaran hutan dan lahan juga berbahaya bagi kesehatan warga.
"Pertama dia asap berbahaya, kedua dia juga jarak pandangnya 10 meter, 20 meter hingga 50 meter karena tertutup asap tersebut," ungkapnya.
Agus pun mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara. Dalam penanganannya dia meminta agar masyarakat dapat membunyikan suara kendaraan agar diketahui oleh pengendara lainnya.
Sumber: CNNIndonesia.com


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…