RIAUBOOK.COM - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Riau Petroleum yang semula dijadwalkan digelar pada Jumat (27/12/2019), ditunda.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Provinsi Riau, Darusman menuturkan, alasan penundaan RUPS tersebut lantaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu belum melengkapi sejumlah dokumen yang diminta, di antaranya laporan neraca dan rencana kerja anggaran.
"Ditunda, sampai dilakukan penyusunan rencana kerja anggaran. Jadi ditunda, disiapkan dulu semua neracanya, nanti akan digelar lagi," kata Darusman kepada RiauBook.com saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (27/12/2019).
Kendati demikian, Darusman tidak menyebut secara detail kapan batas waktu yang diberikan oleh pemegang saham kepada PT Riau Petroleum untuk melengkapi dokumen yang menjadi 'PR' tersebut.
"Secepat mungkin, tahun depan lah," ujarnya.
Selain itu, Darusman mengatakan PT Riau Petroleum juga diminta untuk mempercepat pengurusan PI 10 persen dari ladang minyak di Wilayah Kerja (WK) Siak yang hingga kini masih belum terealisasi.
"Kendala selama ini ada di penghitungan titik reservoar, anggaran, dan banyak hal-hal lain. Kita target kejar untuk WK Siak dulu," ujarnya.
"Persyaratan untuk penghitungan titik reservoar sudah dilakukan, sudah diajukan surat ke PHE (Pertamina Hulu Energi) dan tinggal menunggu balasan surat itu," kata Darusman lagi.
Kemudian, kata Darusman, setelah Riau Petroleum berhasil merealisasikan PI 10 persen dari PHE dan memiliki biaya, maka tak menutup kemungkinan untuk dilakukan pengembangan bisnis di bidang migas.
"Kalau memang nantinya Riau Petroleum ini memiliki biaya untuk melaksanakan pengerjaan sumur tua, yang jelas kita arahkan lah untuk program-program kedepannya," demikian Darusman. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…