Foto istimewa pwnu.

Minggu, 29 Desember 2019 - 09:08 WIB 8910000

Negara Utang Rp1,2 Triliun ke Muhammadiyah?

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM, SOLO - Utang negara ke Muhammadiyah mencapai Rp 1,2 triliun, demikian Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin mengatakan.

Kata dia, utang tersebut berupa tanggungan BPJS di seluruh rumah sakit milik Muhammadiyah.

Meski demikian, Persyarikatan tidak menagih utang itu dengan menggebu. Karena Muhammadiyah selalu berusaha memberi yang terbaik.

"Sebagai ketua ranting, saya amati, para pengurus PP (pimpinan pusat) atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah tidak menggebu menagih utang itu. Tapi itulah sifat Muhammadiyah. Selalu memberi dan melayani. Tidak meminta-minta apalagi mengemis," ujarnya ketika memberi ceramah dalam acara Milad Ke-61 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Launching Count Down Menuju Muktamar di Solo, Sabtu (28/12/2019), di Sport Center UMS Kampus II.

Din Syamsuddin menegaskan, Muhammadiyah memang harus memberikan sumbangsih untuk Indonesia. Karena organisasi berlambang matahari ini telah menyepakati negara Pancasila sebagai darul ahdi wa syahadah.

"Dengan demikian, Muhammadiyah harus berkorban untuk Indonesia. Persyarikatan harus bisa menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi negeri ini," ujarnya.

Muhammadiyah-Indonesia Saudara Kembar

Menurut Din Syamsuddin, Muhammadiyah dan Indonesia bagaikan saudara kembar. Seperti matahari dan bumi. Mereka saling membutuhkan.

"Tidak ada bumi tanpa matahari. Sebaliknya, matahari diciptakan untuk menyinari bumi," ujar Din.

Begitu pula, sambung Din Syamsuddin, antara Muhammadiyah dan pemerintah harus saling membutuhkan. Muhammadiyah membutuhkan pemerintah untuk melangsungkan dakwah pencerahan.

"Pemerintah butuh Muhammadiyah karena akan mengarahkan pembangunan ini ke arah yang lebih baik," tutur Din Syamsuddin yang menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah tahun 2005-2015 itu.

Tujuh Ciri Ajaran Wasathiyah Muhammadiyah

Din Syamsuddin memaparkan, agar bisa menyinari Indonesia, Muhammadiyah harus menerapkan ajaran wasathiyah  Islam. Ajaran ini memiliki tujuh ciri. Pertama, berlaku adil terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.

Kedua, menegakkan keseimbangan. "Bukan hanya keseimbangan non-fisik dan fisik, atau sosial dan individu saja. Tetapi keseimbangan secara menyeluruh," terangnya.

Ketiga, lanjut Din Syamsuddin, toleransi. Manusia itu majemuk. Maka adanya perbedaan tidak bisa dielakkan. Untuk itu dibutuhkan kesediaan saling menerima perbedaan itu.

Ciri keempat, memiliki kecenderungan musyawarah. "Ulama luar negeri pernah memuji Islam Indonesia karena suka musyawarah. Tidak berpegang teguh dengan pendapat sendiri," tutur Din Syamsuddin.

Kelima, melakukan perbaikan, kemaslahatan atau amal shaleh. Keenam, melakukan kepeloporan. Tidak diam, berhenti, atau bahkan menunggu.

Ciri terakhir, berkewarganegaraan.

"Harus menjadi pemahaman bersama bahwa kewarganegaraan menjadi keperluan dalam negara bangsa. Dalam hal ini, Ibrahim As bisa menjadi contoh. Karena dia bisa menghargai dan menerima negara bangsa," kata Din Syamsuddin.

Dia pun berharap, ajaran wasathiyah Islam ini menyatu dalam kepribadian Muhammadiyah. Yakni berdasar Alquran dan Assunah.

"Mari bertoleransi. Mari gemar bermusyawarah. Seperti yang diajarkan dalam Surat Ali Imran 103. Intinya adalah persaudaraan dan Persatuan.

Saya juga berharap agar kita bisa melakukan kepeloporan. Dengan demikian Muhammadiyah akan memajukan Indonesia dan mencerahkan bangsa," ujarnya.

sumber pwmu

Kontributor Al Farisy. Penulis Miftahul Ilmi. Editor Mohammad Nurfatoni.

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Inilah Nama-nama Calon Direksi BRK, Sebagian Bermasalah

Jumat, 27 Desember 2019 - 16:15 WIB

Benarkah NU Dapat Kredit Murah Rp1,5 Triliun?

Jumat, 27 Desember 2019 - 14:09 WIB

Gerhana 2019, Mengulang Kisah Indonesia 1998?

Kamis, 26 Desember 2019 - 12:41 WIB

RUPS Jamkrida Riau Sahkan Laporan 2018, Ini Rinciannya...

Selasa, 24 Desember 2019 - 13:38 WIB

Akhir November, Utang Pemerintah Meningkat 9,53 persen

Jumat, 20 Desember 2019 - 10:10 WIB

Harga Sawit Riau Mulai Naik, Cek di Sini...

Jumat, 13 Desember 2019 - 08:34 WIB

Dua Mitra Bina RAPP Raih Penghargaan Adikriya

Rabu, 04 Desember 2019 - 08:53 WIB

BI Riau Gelar FGD Jaga Stabilitas Moneter

Selasa, 26 November 2019 - 15:51 WIB

BPS Riau Bakal Sensus Lagi, Kali ini Online

Sabtu, 16 November 2019 - 10:10 WIB

Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 Persen

Selasa, 05 November 2019 - 18:30 WIB

BI Undang Kevin dalam Talkshow 'How to Be a Vlogger'

Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:03 WIB

Komunitas Film di Riau Dapat Perhatian Bekraf

Selasa, 15 Oktober 2019 - 13:54 WIB

Ekonomi Riau Triwulan II 2019 Melambat 2,80 Persen

Kamis, 10 Oktober 2019 - 14:27 WIB

BI Kas keliling Terobos Tujuh Pulau 3T di Sumatera

Selasa, 08 Oktober 2019 - 21:48 WIB

Ahmad Syah Harrofie: Kriteria Capim BRK Harus Bersih

Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:43 WIB

KI Riau: BRK Tak Boleh Rahasiakan Penggunaan Anggaran

Rabu, 02 Oktober 2019 - 19:56 WIB

Pupuk China 'Goyang' Pupuk Dalam Negeri

Selasa, 01 Oktober 2019 - 14:37 WIB

Aprobi Desak Jual Beli B30 Dipercepat

Kamis, 19 September 2019 - 11:34 WIB

Agustus 2019, Riau inflasi 0,22 Persen

Senin, 02 September 2019 - 14:55 WIB

Investasi Jadi Roda Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 02 September 2019 - 03:13 WIB

Di Wilayah Ini Harga Hewan Kurban Dibanting

Minggu, 11 Agustus 2019 - 15:22 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize