RIAUBOOK.COM Â - Amerika Serikat meminta agar pilot pesawat penumpang dan kargo menggindari wilayah udara Irak, Iran, dan sebagian kawasan Teluk Persia.
Hal ini disampaikan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pasca Iran menyerang dua pangkalan militer AS di Irak dengan rudal.
"Peringatan itu diterbitkan untuk menghindari salah perhitungan atau keliru mengidentifikasi pesawat sipil," demikian isi keterangan FAA, seperti dilansir RiauBook.com dari CNN Indonesia mengutip Associated Press, Rabu (8/1/2020).
FAA menyatakan, peringatan itu diterbitkan sebagai upaya mencegah pesawat sipil menjadi sasaran tembak.
Apalagi, saat ini hubungan AS dan Iran terus memanas usai serangan pesawat nirawak yang menewaskan komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani.
"Peringatan ini diterbitkan akibat kegiatan militer dan tensi politik yang meninggi di kawasan Timur Tengah, yang membuat penerbangan sipil Amerika Serikat dalam bahaya," lanjut FAA.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) Jonathan Hoffman menuturkan, Iran mulai melakukan serangan balasan pasca terbunuhnya sejumlah jenderal mereka akibat serangan atas perintah Presiden Donald Trump.
Iran dilaporkan telah melepaskan sekitar puluhan rudal balistik ke dua pangkalan pasukan AS dan Koalisi di Ain Assad dan Irbil.
Dia mengatakan saat ini AS sedang menakar kerusakan dan kerugian, serta mendata korban dalam serangan tersebut.
Stasiun televisi Iran menyatakan serangan tersebut sebagai pembalasan atas kematian Soleimani. Soleimani tewas dalam serangan udara di Bandara Baghdad, Irak, pada 3 Januari saat sedang turun dari pesawat.Â


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…