RIAUBOOK.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau telah menyiapkan daerah penyangga untuk mendukung permintaan ekspor ikan Patin ke China.
Kepala DKP Provinsi Riau Herman mengatakan, selain Kabupaten Kampar yang telah ditetapkan sebagai daerah sentra produksi Patin, pihaknya juga akan meminta beberapa kabupaten lain agar bersiap menjadi penyangga produksi ikan air tawar tersebut dalam memenuhi kebutuhan ekspor.
Hal itu, lantaran saat ini Riau baru mampu menyanggupi produksi Patin sekitar 30 ton per hari, sementara pihak China meminta dengan jumlah 400 ton per hari.
"Untuk Patin, saat ini rata-rata baru 30 ton per hari dari Kampar, itu tidak hanya untuk konsumsi segar tapi juga untuk salai. Namun kita masih bisa menaikkan produksi lagi, bisa 40-50 ton per hari untuk di Kampar saja," kata Herman kepada RiauBook.com, Kamis (9/1/2020).
Karenanya, kata Herman, jika memang ada keseriusan dalam kerja sama dengan China, pihaknya telah menyiapkan beberapa kabupaten yang berpotensi untuk produksi air tawar sebagai daerah penyangga.
"Contohnya Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Rokan Hulu. Jadi kita akan lihat kondisinya, dan ini akan kita jadikan penyangga," tuturnya.
Sebelumnya, kabar adanya permintaan Patin dengan jumlah besar dari China disampaikan langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar.
"Beberapa waktu lalu datang pengusaha Cina ke kami, mereka minta ikan patin untuk diekspor ke Cina," kata Syamsuar, Jumat (3/1/2019).
Bahkan, pada Rabu (7/1/2020) malam, Syamsuar juga telah bertemu dengan perwakilan Konsulat Jenderal Tiongkok MS Qiu Weiwei membicarakan tentang potensi kerja sama antara Indonesia, khususnya Riau dengan "Negeri Tirai Bambu" itu.
Dalam pertemuan yang digelar di Kediaman Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru itu, orang nomor satu di "Bumi Lancang Kuning" tersebut menyampaikan sejumlah potensi sumber daya alam yang ada wilayah setempat.
Tidak hanya soal Patin, tapi juga menyangkut komoditi lain seperti kelapa, kelapa sawit, tanaman Porang, dan dukungan infrastruktur untuk menunjang kerja sama.
"Riau memiliki fasilitas pelabuhan di kawasan industri yang telah tersedia, yakni Pelabuhan Dumai, Kuala Enok, dan Tanjung Buton," kata Syamsuar. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…