RIAUBOOK.COM - Konsulat Jenderal (Konjen) India untuk Indonesia, Rhagu Gurarajh bertandang ke kediaman Gubernur Riau Syamsuar, Jumat (17/1/2020) pagi.
Selain untuk bersilaturahmi, kedatangan Konjen India yang berkantor di Medan, Sumatera Utara ini juga membawa kabar soal peluang investasi di "Bumi Lancang Kuning".
Kata Rhagu, Pemerintah India melihat Indonesia sebagai negara yang sangat penting, selain memiliki hubungan baik, keduanya juga memiliki kedekatan budaya.
"Konsulat India di Medan didirikan 1949, dua tahun setelah kemerdekaan. Setelah beberpaa tahun pendirian di Medan, kemudian dibuka di Jakarta, beberapa tahun lalu, di buka di Bali. Ini menunjukan betapa pentingnya Indonesia di mata Pemerintah Indi," kata dia.
Tuturnya, selama ini India telah melakukan impor berbagai produk mentah dari Indonesia, utamanya adalah bahan mineral dan Cruide Plam Oil (CPO).
"Kalau dulu india juga impor kapur, tapi beberapa tahun ini Pemerintah Indonesia melarang ekspor bahan mentah," kata dia.
"Saya yakin, banyak produk sawit ini mungkin dari pelabuhan lain menjuju India. Tapi aslinya dari Riau, termasuk pulp and paper," tambahnya.
Dia katakan lagi, kerja sama antara India dan Indonesia, belakangan ini juga semakin kuat lantaran pemimpin kedua negara telah sepakat meningkatkan neraca perdagangan hingga 50 miliar USD dalam 5 tahun kedepan.
"Banyak perusahaan India yang kuat di teknologi sawit. Tapi India memiliki keterbatasan dalam sumberdaya. Indstri refenery di India sudah 100 persen dari kapsitas yang ada, tapi kebutuhan belum mencukupi," ungkapnya.
Gubernur Riau Syamsuar menyambut baik kedatangan Konjen India tersebut, apalagi peluang-peluang investasi dalam kerja sama kedua negara akan berdampak positif bagi Provinsi Riau.
Syamsuar pun menjabarkan potensi-potensi daerah yang bisa di kerjasamakan dengan pihak India, utamanya di sektor perkebunan dan pariwisata.
"Kita berharap India bisa membangun refenery dalam rangka hilirisasi di sini, tidak hanya sawit, di sini juga ada kelapa, sagu dan bermacam-macam,".
"Infrastruktur pelabuhan di Dumai juga sudah bagus, tentu kalau India membangun refenery di sini, cost yang mereka keluarkan akan lebih murah," ujarnya.
Selain itu, Syamsuar juga mengatakan pemerintah memiliki paket insentif yang dapat diberikan kepada investor jika menanamkan investasinya di Riau.
"Termasuk insentif dari pajak negara," kata dia. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…