RIAUBOOK.COM - Eskalasi konflik antara Turki dengan Suriah kian memanas akibat campur tangan Rusia yang telah menewaskan puluhan tentara Turki.
Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan kekhawatirannya terhadap eskalasi konflik tersebut, dia menyerukan semua pihak melakukan gencatan senjata sesegera mungkin.
"Sebelum situasi berada di luar kendali," kata Guterres di hadapan Dewan Keamanan PBB, Jumat (29/2).
Pernyataan tersebut dilontarkan Guterres setelah 33 tentara Turki tewas akibat serangan udara Rusia di Idlib.
Insiden tersebut merupakan serangan paling mematikan terhadap militer Turki dalam 30 tahun terakhir.
Guterres menilai tewasnya tentara Turki di tangan Rusia sebagai salah satu momen paling mengkhawatirkan dalam perang Suriah.
Jika insiden serupa terus terjadi, maka konflik akan makin membesar.
"Rakyat sipil membayar harga yang sangat mahal. Dan jeratan itu semakin erat, seiring dengan garda depan pasukan militer yang mencapai area dengan populasi tinggi," kata dia.
Meski mendukung kubu berlawanan di Suriah, Turki dan Rusia selama ini tidak pernah saling serang. Kedua pihak bahkan terlibat dalam pembicaraan intensif untuk meredam konflik di wilayah tersebut.
Karena itu, tewasnya tentara Turki akibat serangan udara Rusia dapat membuka babak baru dalam konflik di Suriah.
"Kami meminta Federasi Rusia untuk segera mendaratkan pesawat tempur, meminta semua pasukan Suriah serta mendukungnya dari Rusia untuk mundur ke garis gencatan senjata yang pertama kali ditentukan pada 2018," kata Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Kelly Craft. (ant/dil/jpnn)
sumber antara


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…