Ketua KI Provinsi Riau: Zufra Irwan. (Ist)

Rabu, 04 Maret 2020 - 14:53 WIB 8650000

KI Provinsi Riau: Data Rekam Medis Pasien Corona Dilindungi Undang-Undang

Share ke BBM

PEKANBARU - Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Zufra Irwan mengatakan, seluruh data rekam medis seseorang merupakan informasi yang wajib dirahasiakan, sebagaimana tertuang dalam pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh pihak agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait data pasien suspect Corona. Terlebih, menyusul maraknya informasi keliru (hoax) yang belakangan santer beredar di media sosial (medsos).

"Kalau pejabat atau siapapun yang membuka itu (data medis seseorang) ke publik, maka melanggar Undang-Undang," kata kata Zufra, saat dihubungi, Rabu (4/3/2020).

Lebih lanjut Zufra menerangkan, data rekam medis merupakan hak privasi seseorang. "Kalau ada yang mengungkap data record medis-nya itu bisa dituntut. Karena melanggar Undang-Undang," ujarnya.

Namun demikian, Zufra melanjutkan, dalam Undang-Undang tersebut juga diatur tentang informasi serta-merta.

"Informasi serta-merta ini, diatur di pasal 10 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Kalau misalnya, suatu informasi itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Seperti informasi wabah penyakit, bencana alam, terkait ini badan publik juga wajib mengumumkan secara serta-merta," tuturnya.

"Jangan sampai lebih dulu muncul hoax daripada informasi yang benar. Untuk hal-hal seperti ini memang pemerintah harus cepat mengelola, mengumpulkan data informasi, baru kemudian disampaikan kepada publik," tambah Zufra.

Karenanya, Ketua KI Provinsi Riau itu pun mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk media agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait virus Corona.

"Diinisialkan (nama pasien suspect Corona) boleh, tapi tidak boleh menyampaikan secara detail, menyangkut alamat, orang tuanya, keberadaannya, itu tidak boleh. Undang-undang Pers dan kode etik jurnalistik juga telah mengatur ini," kata dia.

"Apa lagi dia (pasien) itu kan korban. Karena, kalau dirinci, kemudian sisebarkan alamat rumhnya, akan ada gejolak sosial di masyarakat," demikian Zufra. (RB/Dwi)

Share ke BBM

100000000
Dwi Anggera

Berita Terkini

Sudah 3.041 Orang Meninggal Terjangkit Corona

Senin, 02 Maret 2020 - 09:32 WIB

Gegara Corona, MotoGP Qatar 2020 Dibatalkan

Senin, 02 Maret 2020 - 09:15 WIB

Kajari Agam Diduga Kriminalisasi Guru Dimutasi ke Papua

Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:45 WIB

Raja Tetapkan Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia

Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:08 WIB

Rusuh di India Paling Mengerikan, Umat Islam Jadi Korban

Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:17 WIB

Bioskop di Jepang Tutup Gegara Virus Corona

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:46 WIB

Munas PERADI, Asep Ruhiat: Advokat Harus Lebih Merakyat

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:40 WIB

BI dan Polda Tandatangani Kesepahaman Penegakan Hukum

Jumat, 28 Februari 2020 - 10:25 WIB

SMSI Bantu Media Siber Riau Verifikasi ke Dewan Pers

Selasa, 25 Februari 2020 - 12:14 WIB

Pemprov Riau Tambah Mesin Pompa Air untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Februari 2020 - 15:56 WIB

Sempat Disegel, Dua Gelper di Pelalawan Kembali Buka

Minggu, 23 Februari 2020 - 18:59 WIB

Syamsuar: Venue Eks PON Tak Boleh Mangkrak

Minggu, 23 Februari 2020 - 18:38 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Progres Tol Permai

Jumat, 21 Februari 2020 - 14:35 WIB

Tol Permai di Riau Tuai Banyak Pujian

Kamis, 20 Februari 2020 - 19:54 WIB

Deputi Presiden: Belum Pasti Jokowi ke Riau

Rabu, 19 Februari 2020 - 20:12 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize