Merampas Tanah Tuhan Atas Nama Tuhan

Riau Book - Dia sakit. Namun memaksa turun dari ranjang dan berjalan pelan keluar lewat pintu samping rumah buruk di Jalan Kapau Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau.

Pria tua berambut gondrong itu baru saja dirawat selama 3 hari di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. hasil cek medis menyatakan terjadi pembengkakan pada kakinya yang disebabkan tersumbatnya pembulu darah. Penyakit itu datang saat kondisi fisiknya mulai renta. Namun dia tak lagi mampu membeli kursi roda.

"Masya Allah," Arief Cuba selalu menyebut nama tuhan setiap kali bertemu seseorang. Mengumbar persoalan tanah miliknya yang tak kunjung tuntas.

Penderitaan Arief diawali ulah sekelompok orang yang juga membawa-bawa nama Tuhan untuk memanfaatkan kelemahan hukum. Kata mereka; "tanah ini milik tuhan, dan bukan milik siapa-siapa".

Dengan "menjual" nama Tuhan, mereka lantas melakukan upaya bertentangan dengan hukum. Melakukan penyerobotan tanah hak orang lain dengan "membabi buta".

Lihat saja, kawasan di Jalan Gunung Salak, Kelurahan Kulim, Tenayan Raya, Pekanbaru. Di sepanjang jalan yang terlihat hanyalah pepohonan kelapa sawit. Para pelaku atas nama Tuhan itu menanaminya sejak belasan tahun silam, tanpa ada perlawanan penegak hukum.

"Hukumnya sudah buta," kata Arief Cuba.

Memasuki Jalan Gunung Salak lewat kawasan Parit Indah, di pinggir jalur sepanjang lebih 6 kilometer, hanya tampak perkebunan sawit. Di sela-selanya terdapat beberapa kedai papan dan beberapa rumah yang telah ditinggal penghuninya.

Pinggir kanan, tertanam plang kepemilikan tanah atas nama Yayasan Muhammadiyah. Di plang tersebut juga dituliskan bakal ada rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah.

Berjarak sekitar 300 meter berikutnya, masih di pinggir jalan sebelah kanan, juga terpampang plang kepemilikan tanah atas nama Herman Abdullah. Dia adalah mantan Wali Kota Pekanbaru dua periode.

Tepat di seberangnya, juga ada gubuk yang tekah dikelilingi bagar beton. Dahulu di dalamnya adalah lokasi pemakaman umum.

Sejumlah tanah berplang nama dan tempat pemakaman umum tersebut adalah kawasan yang menjadi sasaran penyerobotan lahan. Para pelaku menjualnya ke Yayasan sekelas Muhammadiyah dan bahkan mantan Wali Kota Pekanbaru dua periode Herman Abdullah.

Yang mengejutkan, malah tanah yang tadinya tempat pemakaman umum, kini telah diratakan oleh para pelaku dan dijual ke pihak yang kini menjadi korban perselisihan umat.

Berjalan lagi sekitar 200 meter dari kawasan tanah korban penyerobotan, baru tampak sejumlah bangunan yang mulai ramai penduduk. Bahkan sudah berdiri sejumlah rumah toko bertingkat.

Tepat di belakang ruko bertingkat sebelah kiri milik Janter Siahaan, mantan Ketua RW setempat, adalah Jalan Sipiso-piso yang di dalamnya, masuk sekitar 300 meter, ada tanah seluas 9.000 meter persegi milik Arief Cuba.

Namun di atas tanah tersebut sudah berdiri sebuah rumah papan kecil. Sebagian besar telah ditanami sawit dengan perkiraan umur 5 hingga 12 tahun. Di seberang Jalan Sipiso-piso terdapat juga rumah permanen. Di dalamnya ada satu keluarga. Kepala rumah tangganya adalah Tobok Limbong, mantan Ketua RT setempat.

Rumah papan di atas tanah Arief Cuba itu memang tak berpenghuni. Namun setiap senja, lampu yang tergantung di bagian luar selalu menyala. Listriknya dialiri lewat kabel hitam yang tersambung ke rumah Tobok Limbong.

"Dialah yang selalu menghalangi saya untuk menguasai lahan milik saya. Masya Allah," kata Arief Cuba. Pria sangar itu tidak mampu menahan kesedihan hingga menitikan air mata.

Kasus penyerobotan lahan yang dialami Arief Cuba sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada kepastias hukum. Terakhir, dia juga sudah melaporkannya ke Polda Riau. Proses di kepolisian telah berjalan lebih 4 bulan. Belum ada hasil, meski sejumlah saksi dan pelaku penyerobotan, Sondik Manulang, tidak mampu menunjukkan bukti yang kuat.

Korban penyerobotan lahan tidak hanya Arief Cuba. Sudah ada ratusan orang lainnya yang mengadukan nasib ke aparat berwenang, termasuk satu perusahaan, PT Panca Belia. Modus para pelaku dalam upaya tindakan pelanggaran hukum tersebut dilakukan dengan cara menumpang berkebun, kemudian menguasai dan lantas menjualnya.

Sebagian dari korban adalah mereka yang membeli tanah tersebut lewat para pelaku yang telah mengurus surat di tingkat kecamatan (SKGR).

Pihak Kecamatan Tenayan Raya telah menerbitkan puluhan SKGR atas tanah yang bukan milik pelaku. Perdagangan tanah secara ilegal tersebut berlangsung selama belasan tahun.

Saat ini ada ratusan bangunan di hamparan lahan sekitar kawasan Gunung Salak yang terancam penggusuran. Kebanyakan dari mereka adalah para korban yang membeli tanah atas perampasan yang dilakukan kelompok Jaunur Simanjuntak.

Jaunur dikabarkan merupakan salah satu ketua kelompok penyerobotan tanah dengan membawa-bawa nama Tuhan. Dia bahkan telah beberapa kali keluar masuk sel tahanan atas kasus perampasan hak tanah milik orang lain.

"Tanah ini milik tuhan, bukan milik siapa-siapa," kata seorang dari kelompok Jaunur Simanjuntak dan Tobok Limbong.

Bahkan dilaporkan, telah ada puluhan korban dari kelompok ini. Mereka menjual tanah tersebut dengan harga miring dan hasil keuntungan itu dibawa mereka ke kampung halaman. Diperkirakan sudah miliaran rupiah uang yang mereka raup.

"Saya sudah capek mengadu ke sana-sini, termasuk melapor ke Lurah, ke Camat bahkan ke Polda Riau. Terakhir saya hanya pasrah dengan Allah karena kasusnya sudah lebih 5 bulan nggak ada kejelasan. Menangis batin ini. Mereka yang menyerobot tanah saya juga membawa-bawa nama Tuhan," kata Arief Cuba.

Lurah Kulim, M Zakir, yang sempat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sangat mewaspadai adanya permainan dari mafia tanah di kawasannya, khususnya untuk wilayah Gunung Salak.

Mengenai banyaknya SKGR baru diduga rekayasa yang terbit di atas tahun 2000, Lurah ini mengaku tidak tahu dan menganggap itu merupakan kesalahan administrasi yang terjadi sebelum dirinya menjabat.

Sementara itu Camat Tenayan Raya, Abdurrahman mengatakan turut tidak tahu menahu soal penerbitan SKGR atas tanah yang bukan milik orang tersebut.

Namun Polresta Pekanbaru sebelumnya bahkan telah menetapkan status tersangka untuk Camat Abdurrahman dalam kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan Ganti Kerugian (SKGR) lahan seluas 4 hektar di wilayah Tenayan Raya.

Selain Camat Tenayan Raya, Abdurrahman, kepolisian juga menetapkan status tersangka pada seorang warga sipil Edi Suryanto.

Kepala Bagian (Kabag) Pengawas Penyidik (Wasdik) Polda Riau, AKBP Andi Rifai mengatakan, saat ini ada ribuan kasus penyerebotan dan sengketa tanah yang masuk sejak beberapa tahun terakhir.

"Kalau masih 5 bulan kasusnya belum selesai, itu biasa. Malah ada yang 4 tahun belum selesai juga," kata AKBP Andi Rifai.

Ketika itu, petinggi Polda Riau itu sedang menjamu tamu dari keluarga Arief Cuba yang menanyakan perkembangan kasus penyerebotan lahan miliknya.

Petinggi kepolisian tersebut meminta keluarga Arief untuk bersabar. Sementara upaya penyerobotan lahan di kawasan hamparan seluas ratusan hektare di Jalan Gunung Salak terus berlangsung. Dan semakin banyak korban dari perampasan hak atas tanah yang melibatkan nama Tuhan.

Oleh Fazar Muhardi

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Senin, Riau Buka Pendaftaran Seleksi Sekdaprov, Minat?

Riau Book - Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Sekdaprov Riau mulai bekerja pekan depan. Senin (11/4/2016), panitia akan membuka pendaftaran bagi…

Foto

Ratusan PNS Dumai Disumpah, Zulkifli Berharap Menjadi Amanah

Riau Book - Wali Kota Dumai, Riau, Zulkifli AS memimpin proses pengambilan sumpah atau janji aparatur sipil negara pengangkatan honorer…

Foto

Soal Utang Eskalasi Pemprov Riau, Noviwaldy ke KPK, Gerindra Cabut Hak Angket

Riau Book - Fraksi Gerindra Sejahtera DPRD Riau tiba-tiba berubah pikiran menggunakan hak angket terhadap persoalan utang eskalasi Provinsi Riau.…

Foto

Ada 'Uang Lelah' yang Tak Diberikan Lewat Pencairan Dana Eskalasi, Apakah Penyebab Noviwaldy Datangi KPK?

Riau Book - Desas-desus adanya permintaan 'uang lelah' dari kalangan legislator Riau berkaitan dengan pencairan dana eskalasi Pemprov Riau senilai…

Foto

LSM Menara Akan Sambut Jokowi Dengan Sejumlah Tuntutan di Dumai

Riau Book- Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Jokowi Widodo ke kota Dumai yang direncanakan pada tanggal 11 April mendatang akan disambut…

Foto

Noviwaldy 'Menghilang' Katanya ke KPK, Tapi Ada yang Bilang 'Sembunyi' di Hotel

Riau Book - Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman dikabarkan 'menghilang'. Dia meninggalkan tugas melayani masyarakat karena ingin menyelesaikan 'gonjang-ganjing'…

Foto

Noviwaldy Dikabarkan Laporkan Pencairan Dana Eskalasi ke KPK

Riau Book - Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman dikabarkan telah berangkat ke Jakarta untuk melaporkan 'gonjang-ganjing' pencairan dana eskalasi…

Foto

Beginilah Perasaan Legislator Musyafak Asikin Kalau Ada' Uang Lelah' Terkait Dana Eskalasi Riau

Riau Book - Dugaan kasus pelanggaran administrasi dan mark up terkait pembayaran dana eskalasi proyek di lingkungan Pemprov Riau masih…

Foto

Diklat PNS Riau Jangan Sekedar Habiskan Anggaran, 'Ilmunya harus Diterapkan'

Riau Book - Setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) oleh para pejabat dan kalangan PNS di Pemprov Riau identik dengan…

Foto

Riau Dukung Dewan Pers Tinjau Ulang Izin Perusahaan Media

Riau Book - Provinsi Riau berencana akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Dewan Pers belum lama ini. Dimana izin sejumlah perusahaan…

Foto

Di Negara Ini Alkohol Dilarang Dijual dan Dikonsumsi

Riau Book - Sejumlah negara berkembang mulai melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan pelarangan perdagangan…

Foto

Jokowi Disarankan Ganti Menteri-menteri yang Sudah Tua

Riau Book - Selain kinerja yang kurang memuaskan, faktor lain yang juga bisa jadi pertimbangan Presiden Joko Widodo untuk segera…

Foto

Di Daerah ini 65 Persen Pengguna dan Pengedar Narkoba Kalangan Pelajar

Riau Book - Peredaran narkoba terbukti masih terus merajalela. Bahkan penggunanya telah merambah berbagai kalangan, termasuk pelajar mulai dari tingkat…

Foto

Mendagri Tak Kunjung Definitifkan Gubernur Riau

Riau Book - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, sejauh ini belum didefinitifkan menjadi Gubernur Riau oleh Menteri…

Foto

Duh, Perusahaan Garap Hutan Riau Secara Ilegal, Legislator: Pelaku Harus Didenda Rp12 Miliar

Riau Book - Kalangan legislator dari Komisi A DPRD Riau terus memperjuangkan sekitar 70 ribu hektar lahan yang dicaplok oleh…

Foto

Jokowi Mau ke Riau, Bukan Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai, Tapi...

Riau Book - Masyarakat Riau sudah lama menanti-nantikan kedatang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk berkunjung. Bahkan rencana awal kedatangannya…

Foto

Mengingat Banyak Kekerasan Anak, Wali Kota Dumai Ingatkan Perlindungan Pokok

Riau Book - Kekerasan terhadap anak dan perempuan setiap tahun terus meningkat sehingga dibutuhkan peran serta seluruh pihak untuk menekan…

Foto

Ada yang tahu Mengapa setiap Berciuman Selalu Tutup Mata? Ini Jawabannya

Riau Book - Setiap hubungan asmara selalu diwarnai hal-hal romantis. Malah berciuman menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi setiap pasangan. Kegiatan…

Foto

Ada 6,3 Juta Penduduk Riau, Tapi 8,8 Persen Berada di Bawah Garis Kemiskinan

Riau Book - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman minta dukungan semua pihak terutama DPRD Riau dalam upaya mengentaskan…

Foto

Penataan Arsip Belum Beres, Kinerja Pemprov Riau Bisa Dicap Asal-asalan

Riau Book - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengakui, penataan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau masih…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan