Foto Ilustrasi (net)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:30 WIB 3200000

Fokuslah pada Isu-isu Besar, Jangan Terkecoh dengan Isu Kecil

Share ke BBM

Strategi perang Cina kuno dalam buku memancing Harimau turun gunung, 36 Strategi Perang Cina Kuno GAO YUAN yakni 'Mengecoh Langit Menyeberangi Lautan' adalah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi dan kondisi publik Indonesia saat ini. Penuh penyesatan atau pengelabuan. Banyak Rahasia yang bersembunyi dalam keterbukaan. semakin jelas sebuah situasi, semakin dalam rahasia yang mungkin tersembunyi didalamnya. Dan orang cenderung mengabaikan hal yang biasa dijumpai.

Saat ini kita sedang diajak untuk masuk dalam sebuah perangkap. Penggiringan opini, penggorengan isu membuat kita terpaku dan fokus pada isu isu kecil yang dimunculkan.

Gorengan isu "Pribumi" yang muncul pasca pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih, memicu terus timbul kegaduhan sosial politik. Sosial media disibukan dengan postingan postingan, klarifikasi, hujatan dan lain sebagainya dalam hal isu yang sepele. Bahkan parahnya memunculkan hal primordial, SARA, dan membuat semakin terkotak-kotakan. Yang Pro dengan isu tersebut semakin menggoreng isu, memunculkan narasi narsinya, dan semakin memperkeruh susana. Yang kontra akan isu tersebut hadir dengan klarifikasinya, perbandingan-perbandingan pembenaran, narasi narasinya, dialektikanya. Menambah semakin semaraknya isu isu kecil tersebut.

Misi misi taktis para cyber Media boleh dikatakan hampir berhasil. Kita hanyut akan gorengan isu. Sehingga kita lupa akan isu isu besar lainnya yang memang lebih strategis dan subtansial dibahas yang sedang menghinggapi bangsa Indonesia saat ini. Sebut saja misalnya hal rencana penjualan puluhan BUMN, penyerahan pelabuhan baik laut maupun bandara udara kepada swasta (asing), atau proyek reklamasi pulau Teluk Jakarta yang sampai sekarang tarik ulur dari beberapa stekholder, Kota Meikarta yang sudah dibangun tapi belum mendapatkan Izin dari Pemerintah Provinsi Jabar, Kasus Mega Korupsi E-Ktp yang melibatkan Bintang lapangan Setya Novanto yang sampai saat ini belum ditangkap-tangkap, atau Perpu Ormas yang sekarang tidak tahu kabar beritanya, Masalah Korupsi, Masalah kembali maraknya Muncul Ideologi Komunis, Langkanya BBM berjenis Premium, Kenaikan listrik, dan lain-lain.

Belum lagi di perparah dengan kebanyakan media Propaganda yang hari ini cenderung pro kepada pemerintah semakin memperlancar dan menguatkan isu-isu tersebut agar dikonsumsi publik. Karena sadar atau tidak, media masa saat ini adalah sebuah pilar yang sangat efektif untuk membentuk opini publik. Publik disesatkan, publik di doktrin, publik dijejali akan isu isu kecil yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi atau dibahas. Sebaliknya isu isu besar nan strategis ditutup-tutupi.

Foto: Andres Pransiska

Dalam Geopolitik, bahwa pelemparan isu ke publik memiliki beberapa maksud. Pertama, Sebagai Agenda settingan atau pembentukan opini publik. Kedua, Pelemparan Isu kepublik juga sebagai media Propaganda sebagai sarana penggiringan opini, membentuk mindset berfikir dan media doktrin-doktrin pemikiran kepada masyarakat.

Ketiga,Test the water. isu adalah sebagai metode yang sifatnya untuk memancing reaksi publik. Ada aksi, ada reaksi. Keempat, isu sebagai pola adalah agenda lanjutan usai isu ditebar. Isu - agenda - skema. Itulah urut-urutannya.

Skema besar apakah saat ini yang sedang dirancang dan dijalankan. Apalagi dalam waktu dekat agenda terbesar berikutnya adalah tahun tahunya politik Indonesia.

Semakin dalam kita terseret arus gorengan isu tadi maka akan semakin berhasil pula strategi Berpura-pura menyerang ke timur padahal menyerang ke barat. (RB/yopi)

*Oleh Andres Pransiska, beliau adalah seorang Guru di Sekolah SMP IT Madani.

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Niat KPK Memang Merusak Citra Peradilan

Senin, 09 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Propaganda Anti Korupsi Seperti Cara Kerja PKI

Minggu, 08 Oktober 2017 - 11:19 WIB

Organ-organ Jaringan Narkoba di Riau, Mana Jantungnya?

Jumat, 06 Oktober 2017 - 23:09 WIB

Bangsa Paling Dermawan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:55 WIB

Polemik E-KTP dan Licinnya Setya Novanto

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:12 WIB

Manusia yang Mencipta Sejarah

Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:17 WIB

Tips Memilih Pengacara Biar Enggak Rugi

Rabu, 04 Oktober 2017 - 08:22 WIB

Sunnah Sedirham Surga

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:55 WIB

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:26 WIB
Opini

Nasib 300 Desa Pasca-Perda RTRWP Riau Diketok Palu

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:17 WIB

Kedaulatan Ekonomi Digital

Kamis, 28 September 2017 - 09:54 WIB

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Kamis, 21 September 2017 - 22:53 WIB
Opini

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Kamis, 14 September 2017 - 11:29 WIB
Opini

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Selasa, 12 September 2017 - 12:26 WIB

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Senin, 04 September 2017 - 09:51 WIB

Perubahan Iklim Lingkungan

Minggu, 06 Agustus 2017 - 10:18 WIB
Opini

Bangsa Cakap Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 14:09 WIB
Dirgahayu KNPI ke 44

Bangkit Pemuda Indonesia

Minggu, 23 Juli 2017 - 12:18 WIB
Opini

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00 WIB
Opini

Demokrasi Kita Terancam

Rabu, 19 Juli 2017 - 12:34 WIB
Opini

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Selasa, 18 Juli 2017 - 18:25 WIB
Editorial

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Rabu, 12 Juli 2017 - 10:56 WIB
Editorial

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Senin, 03 Juli 2017 - 11:23 WIB

Mukjizat Terbesar

Rabu, 28 Juni 2017 - 15:03 WIB

Cerita Fiksi KPK

Minggu, 18 Juni 2017 - 18:52 WIB

Rahasia Malam Seribu Bulan

Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:50 WIB

Menjadi Umat Terbaik

Sabtu, 17 Juni 2017 - 08:17 WIB

Dicari Segera Pemimpin yang Kuat Lagi Baik

Kamis, 15 Juni 2017 - 02:12 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia