RIAUBOOK.COM - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan viral video kekerasan geng motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebagai langkah tegas, polisi menangkap tiga orang yang diduga anggota geng motor tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto mengatakan, ketiga orang yang ditangkap secara terpisah ini diduga anggota geng motor yang dikabarkan mengancam wilayah Jagakarsa beberapa hari terakhir ini.
Dua terduga anggota geng motor, WRA (18) dan IM (26), ditangkap di Jalan Raya Kelapa Muda, Jagakarsa, sekitar pukul 01.00 WIB.
"Pada saat dilakukan penangkapan, kedua tersangka sedang ada di pinggir jalan dan didapati tersangka sedang membawa dan menguasai sebilah senjata tajam sejenis celurit dengan cara dipegang menggunakan tangan kanan," kata Budi di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2017).
Sebilah golok dan celurit ini ditenteng tersangka dan sempat disembunyikan. Mereka mengaku membawa senjata tajam untuk "melindungi" kampungnya.
Kemudian pada pukul 02.15 WIB, seorang tersangka lainnya berinisial PH (25) membawa golok di pinggang dan pedang di punggung belakang.
Saat itu, PH sedang naik motor bersama teman-temannya dengan total 10 motor berboncengan. Sebagian dari mereka membawa bambu.
Polisi yang melihat keberadaan mereka di Jalan Kelapa Hijau kemudian mengejar hingga satu kilometer jauhnya. PH tertangkap, sedangkan temannya berhasil melarikan diri.
"Teman-teman tersangka lainnya kocar-kacir berhasil menghindari petugas Polri kabur naik motor masing-masing ke arah semula ke Jalan Jagakarsa Raya," ujar Budi. Mereka saat ini
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, anggota geng motor itu berkeliaran hanya untuk melukai orang.
"Mereka bukan untuk membegal atau merampas harta orang di jalan tapi mereka sengaja melukai orang," kata Budi.
Dari beberapa aksi kejahatan jalanan yang diduga telah dilakukan geng motor, tidak pernah ada korbannya yang dirampas hartanya.
Para anggota geng itu disebut terdiri dari pemuda berusia 20 tahunan, yang senang mengonsumsi miras. Saat mabuk, ketua geng memberi para anak buahnya senjata tajam dan menantang mereka untuk berburu "mangsa".
"Modusnya setelah mereka konvoi, senjata diseret di aspal setelah itu baru lihat ada orang naik motor, merasa saingannya, langsung dibabat membabi-buta,"kata Budi.
Korban biasanya tak dikenal, bahkan orang yang tidak bersalah atau tidak membuat masalah apapun. Para anggota geng itu mendapat kesenangan saat berhasil melukai orang dan membuat keonaran di jalanan maupun permukiman.
Budi berjanji akan memburu anggota geng motor itu. (kcm/viva)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…