RIAUBOOK.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau mengkaji ulang jenis kapal yang akan diberikan sebagai bantuan untuk nelayan di wilayah setempat.
Hal tersebut dilakukan lantaran saat ini ada sebanyak 22 unit kapal 30 GT bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI, mangkrak tidak digunakan oleh nelayan.
"Kapal dari kementerian itu terkendala dengan tipe, mereka (nelayan) tidak paham, kalau dikasih (kapal) sesuai dengan tempat kita mungkin mereka mau, selain itu, kata mereka biaya logistiknya juga terlalu mahal, ini yang masih akan kita kaji lagi," kata Kepala DKP Herman kepada RiauBook.com, Jumat (28/6/2019).
Dikatakan Herman, nelayan di Provinsi Riau berharap, kapal bantuan yang disalurkan tersebut sesuai dengan kamampuan mereka untuk menanggung beban operasional saat melaut.
"Misalnya mesin-mesin apa yang lebih irit, yang layak digunakan oleh mereka, kalau dengan mesin kapasitas besar yang konsumsi BBM-nya juga besar mungkin ini jadi kendala juga buat mereka," ujarnya.
Sampai saat ini, kata dia, Pemprov Riau masih memberikan bantuan kepada para nelayan."Karena masyarakat belum bisa mandiri, terutama masalah penangkapan, mereka masih mengajukan proposal, meminta alat tangkap dan kapal-kapal untuk melaut," ujarya.
"Pak Gubernur itu berharap mereka (nelayan) sudah mulai sepuluh ton keatas, dan kita juga berharap demikian. Sementara, mereka masih mengajukan proposal untuk kapal yang dibawah tiga ton, dibawah empat ton. Inikan kecil sekali, maka Pak Gubernur meminta mereka diberi penyuluhan agar bisa menangkap ikan ke lepas pantai yang lebih jauh lagi," demikian Herman. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…