RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edi Natar Nasution resmi menyandang gelar Datuk Seri Setia Amanah dan Datuk Seri Timbaland Setia Amanah
Gelar adat tersebut didapat setelah keduanya menjalani prosesi upacara adat di Balai Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Sabtu (6/7/2019).
Prosesi penabalan gelar dimulai sejak pagi, keduanya dijemput di rumah dinas masing-masing oleh petugas LAMR.
Setiba di Balai Adat, Syamsuar dan Edi bersama rombongan langsung disambut dengan alat musik tradisional Melayu Riau, Kompang dan pertunjukan kesenian silat sebelum menaiki tangga balai.
Di pelataran lantai II Balai Adat, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat, Datuk Seri Al Azhar dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar.
Acara yang penuh sakral dan ritual tersebut juga dihadiri oleh para datuk, datin, sultan dan raja-raja sudah menunggu Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang diiringi 7 pejawat adat.
Sultan dan raja "Bumi Lancang Kuning" juga tak ketinggalan dalam acara tersebut, tampak di antaranya Sultan Pelalawan, Kerabat Sultan Siak, Pemangku Kerabatan Sultan Indragiri, Kampar, Rambah dan lainnya.Â
Tidak hanya dari Riau saja, penabalan adat tersebut juga dihadiri oleh Raja Pagaruyung beserta para pengusungnya.Â
Selain itu, sejumlah tokoh pembesar di Riau juga turut hadir dalam acara tersebut, seperti Kapolda Riau, Danrem, Danlanud, Arhanud, DPRD Riau, para mantan gubernur dan wakil gubernur Riau, seluruh kepala daerah dari kabupaten dan kota serta pendiri LAMR.Â
Setelah Gubri dan Wagubri meniti tangga balai adat dan menduduki singgasana kebesaran LAMR, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Warkah oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Riau, Datuk Al Azhar.
"Pemberian gelar adat ini sudah melalui musyawarah mejelis kerapatan adat. Sehingga tuan Syamsuar dan Edy Natar berhak menyandang gelar adat LAM Riau selama masa jabatan sebagai Gubernur dan Wagub Riau," ungkap Al Azhar saat membacakan Warkah penabalan gelar adat kepada Gubernur dan Wagub Riau.
Setelah pembacaan Warkah, prosesi dilanjutkan penabalan dengan pemasangan pakaian kebesaran adat Melayu seperti tanjak, keris dan selempang yang merupakan simbol penuh makna. Diikuti dengan tepuk tepung tawar, mencirikan pemberian restu kepada keduanya yang baru saja menyandang gelar.
"Alhamdulillah, terimakasih kami diberi amanah oleh Lembaga Adat Melayu Riau berupa gelar adat. Ini amanah, dengan ini kami harus selalu memiliki rasa tanggung jawab untuk mensejahterakan masyarakat," kata Syamsuar usai menjalani prosesi penabalan gelar adat.
"Kami juga akan memperhatikan masukan maupun nasehat-nasehat dari Lembaga Adat, tokoh adat dan masyarakat. Sebab dari aspirasi masyarakat itulah kami bisa tahu apa yang dirasakan masyarakat," tambahnya.
Gubri juga memanfaatkan momen tersebut dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).
"Hari ini di Riau sudah memasuki musim kemarau, mari kita jaga marwah Melayu dan jaga negeri ini dari kebakaran lahan," ungkap Syamsuar.
Pada kesempatan itu Syamsuar juga meminta pengurus LAM kabupaten/kota, serta bupati/walikota se-Riau untuk mengantisipasi agar tidak terjadi Karhutla.
"Saya harap bupati/walikota untuk menyampaikan kepada warganya, agar jangan membakar saat melakukan pengolahan lahan," ujar Datuk Seri Setia Amanah ini.
"Jangan sampai kejadian (kabut asap) seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia. (RB/Dwi).


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…