RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Syamsuar mengadukan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V kepada sejumlah Anggota DPR RI, orang nomor satu di "Bumi Lancang Kuning" tersebut menganggap instansi vertikal itu tak perduli dengan tugas dan tanggung jawabnya di wilayah setempat.
"Balai sungai di Riau ini ada dua yang mengelola, satu BWSS III di Pekanbaru, satu lagi BWSS V di Padang. Bagaimana kita mau koordinasi dengan di Padang, sementara saya pun belum kenal sama orangnya," kata Syamsuar saat silaturahim dengan Anggota DPR RI asal Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (6/1/2020).
Kata Syamsuar, lemahnya koordinasi dengan Kepala BWSS V itu menghambat penanganan sejumlah masalah yang terkait dengan sungai.
Apalagi, di Riau sendiri ada empat sungai besar yang masing-masing butuh penanganan dalam rangka pencegahan bencana, seperti banjir.
"Ada 4 sungai di sini, Sungai Indragiri, ini masuk ke Wilayah V di Padang. Orangnya itu tak pernah sama sekali berkunjung ke sini. Sehingga, bila ada musibah seperti banjir, jalan longsor, sungai longsor, dia tak mau tahu," kata Syamsuar.
Selain itu, lemahnya koordinasi antara Pemprov Riau dengan instansi vertikal tersebut, dianggap memicu perlambatan pembangunan. Khususnya berkaitan dengan pemulihan wilayah sungai.
"Ini sepertinya tak terbagi habis, sehingga kita bisa monitor berapa masuknya (anggaran) dari Balai Sungai melalui Kementerian PUPR," ungkapnya.
"Setahu saya, yang sekarang (kegiatan pembangunan) hanya satu titik di Kampar, itu pun sedikit dan dikerjakan BWSS wilayah III di Pekanbaru," tambah Syamsuar lagi.
Karena itu, Syamsuar meminta dukungan dari sejumlah Anggota DPR RI asal Riau yang hadir, untuk dapat membantu usulan agar BWSS ini hanya terkonsentrasi di Riau.
"Kalau ini (BWSS) semua ada di tempat (Riau), kita mudah berkoordinasi. Contoh, runtuh jalan Cinaku, antara Inhu ke Inhil kemarin. Itu tanggung jawab mereka, tapi melihat saja pun tak pernah," tuturnya.
"Tapi kalau provinsi ada uang, kita mau bangun, susah. Kita mesti persetujuan mereka. Jadi kalau nanti ada masalah, kita disalahkan, padahal ini kewenangan. Jadi kami minta tolong melalui bapak-bapak anggota dewan," demikian Syamsuar.
Untuk diketahui, dalam pertemuan itu turut hadir wakil rakyat Riau di Senayan yakni Arsyadjuliandi Rachman (Komisi II/Golkar), Abdul Wahid (Komisi VII/PKB), Achmad (Komisi VIII/Demokrat), Syamsurizal (Komisi II/PPP) serta Syahrul Aidi Maazat (Komisi V/PKS). (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…