Oleh: Hamidum Majid
Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah untuk Kota Pekanbaru dan
Kabupaten Kampar sudah hampir dua minggu berakhir.
Kompetisi sudah selesai, pemenang telah ditentukan. Pasti ada pasangan calon yang kalah, ada pasangan calon yang menang.
Jika kita tarik mundur ke belakang, mungkin masih terbayang oleh kita bagaimana hangatnya pertarungan antar calon kepala daerah yang bertarung pada pesta demokrasi tersebut.
Hal ini karena jumlah pasangan calon yang bisa dikatakan banyak, yaitu lima pasang calon.
Pertarungan ini tentu saja hangat karena masing-masing pasangan calon harus bisa meyakinkan masyarakat untuk memilihnya dibanding empat pasangan calon lainnya. Tentunya ini sangat berat karena dukungan masyarakat akan terpecah dengan banyaknya jumlah pasangan calon yang akan dipilih.
Di sisi lain, perhatian saya mengarah kepada tim sukses yang telah bersusah payah untuk membantu pasangan calon yang didukungnya untuk meyakinkan masyarakat bahwa pasangan calon yang mereka dukung adalah yang terbaik.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa dalam kompetisi ini pasti muncul perselisihan ataupun permusuhan antara pendukung pasangan calon yang satu dengan pendukung pasangan calon yang lain.
Bahkan saya sendiri pernah menyaksikan dua keluarga yang tidak bertegur sapa karena pilihannya berbeda.
Sekarang kompetisi ini telah berakhir, dan mudah-mudahan perselisihan dan permusuhan yang sempat terjadi dapat kita redam. Ingat pesan presiden kita, "jangan sampai demokrasi memecah belah bangsa".
Harapan saya bagi pasangan calon dan para pendukung pasangan calon yang kalah mari sama-sama kita dukung pasangan calon yang telah terpilih sebagai pemenang, hal ini karena kita bersaudara. Pasangan calon yang menang adalah saudara kita walaupun kita tidak memilih mereka.
Mari sama-sama kita dukung segala program mereka yang membangun, dan sama-sama kita tegur jika mereka berbuat salah, karena kita bersaudara harus selalu tolong menolong dalam melaksanakan kebaikan dan tolong menolong dalam menolak kemungkaran.
Bagi pasangan calon yang telah terpilih sebagai pemenang, jangan lupa akan jani-jani yang telah disampaikan kepada masyarakat. Laksanakanlah segala visi dan misi yang telah Bapak sampaikan, saya tidak menuduh Bapak tidak menepati janji, saya hanya mengingatkan karena kita bersaudara.
Di samping itu, jangan sampai setelah menjabat nanti Bapak hanya melayani para pendukung Bapak, perhatikan dan layani jugalah orang-orang yang tidak mendukung Bapak dulu, karena mereka juga butuh pelayanan dari Bapak walaupun mereka dulunya tidak memilih Bapak. Saya tidak menuduh Bapak akan berbuat demikian, saya hanya mengingatkan karena kita bersadara.
Saya mendoakan mudah-mudahan Bapak diberikan kekuatan oleh Allah SWT dalam mengemban amanah ini, karena tiada kekuatan melainkan atas pertolongan Allah SWT.
Bagi para pendukung pasangan calon yang menang, jangan sampai terjadi praktek permainan panjat batang pinang dalam politik kita ini.
Sebagaimana yang kita tahu bahwa dalam permainan panjat batang pinang, beberapa orang rela bahunya diinjak oleh orang di atasnya demi satu orang yang akan mencapai puncak batang pinang tersebut. Setelah orang terakhir mencapai puncak batang pinang maka rekan-rekannya yang di bawah berteriak meminta agar orang yang di atas segera membagi hadiah yang ada di atas untuk orang-orang yang ada di bawah yang telah membantunya sampai ke atas.
Artinya, jangan sampai para pendukung yang tadinya bersusah payah mendukung pasangan calon yang menang, lalu meminta-minta jabatan kepada pasangan yang di dukungnya tersebut. Saya tidak menuduh hal demikian akan terjadi, saya hanya mengingatkan karena kita bersaudara.
Terakhir saya sampaikan, marilah sama-sama kita bekerja sama untuk memajukan daerah kita ini, karena walaupun kepala daerah kita yang baru saja kita pilih bersungguh-sungguh melaksanakan pemerintahannya, akan tetapi kita sebagai masyarakat tidak mau peduli, maka pemerintahan yang baik belum tentu akan terwujud.
Karena pemerintahan yang baik akan terwujud jika pemerintahnya baik, dan rakyatnya juga baik, mudah-mudahan harapan kita terwujud, bahwa daerah kita ini menjadi daerah yang "baldatun thayyibatun warabbul ghafuur". Amiin yaa Rabbal 'Alamiin.
Tentang penulis:
Hamidum Majid, lahir di Desa Balam Jaya ( Kampar ), 20 september 1996. Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Islamic Center A-Hidayah Kampar Timur ( tamat tahun 2014 ), saat ini penulis sedang kuliah di Jurusan Hukum Tata Negara ( Siyasah ) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN SUSKA RIAU.
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…