Cerita Lingkaran Menkopolhukam Tentang Bencana Asap, Terindikasi Juga Dikorupsi

Riau Book - "Sedih", demikian ungkapan seorang pejabat dalam lingkaran Kementerian Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) melihat penanganan bencana kabut asap yang sempat berlarut, menyakiti jutaan jiwa.

Siang itu, pekan keempat Oktober 2015 selepas meninjau posko kesehatan korban bencana asap di Ibu Kota Riau, Pekanbaru, pejabat yang enggan dimuat namanya tersebut mengajak makan siang di sebuah rumah makan. "Sekedar makan siang, bukan untuk kaya," katanya sambil tersenyum kepada orang-orang di lingkarannya.

Pria berbadan tegap itu memulai ceritanya tentang kepribadiannya; "Saya adalah anak asli Riau, namun sudah lama merantau dan bekerja di Ibu Kota Negara, Jakarta," kata dia.

Sejak duduk di bangku kuliah, telah banyak tawaran pekerjaan sebelum akhirnya dia berlabuh di lingkaran politik, hukum dan keamanan negara. Itu karena dia adalah pelajar terbaik dengan nilai yang selalu nyaris sempurna.

Walau berada pada organisasi perlindungan negara, tidak ada larangan baginya untuk tetap melanjutkan karir di bidang yang ditekuni, yakni dunia perbankan.

"Sudah lebih sepuluh tahun, saya terus mengikuti perkembangan politik di negara ini, yang terlihat hanya kekecewaan. Cukup sulit membedakan mana sosial kemanusiaan dan mana politik, semuanya nyaris sama," kata dia.

KPK

Tujuaannya menurut dia adalah untuk memperkaya, mengumpulkan mata uang yang tidak ada batasan nilainya. "Selagi itu bisa, tak ada batasan sampai kapan. Mumpung ada kesempatan, sikat," katanya.

Termasuk soal penanganan bencana asap. Menurut dia, tidak tahu pasti, siapa yang membakar hutan dan lahan, namun yang jelas, banyak pihak telah memanfaatkan kejadian ini untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Sudah 18 tahun bencana ini berlangsung, sudah jutaan hektare hutan beralihfungsi, kejadiannya nyata, tindakannya seakan begitu sulit.

Indikasi itu dapat dilihat dari besaranya anggaran negara yang dialirkan untuk menangani bencana tersebut, bahkan tahun ini saja, ada lebih Rp500 miliar. Hasilnya? nol besar!

Bermacam cara yang dilakukan seperti hujan buatan dengan menaburkan garam di awan, sampai sekarang tidak ada bukti berapa banyak garam yang disebar dan apa hasilnya.

Begitu juga dengan modifikasi cuaca, menurut dia yang nyata adalah El Nino. Musim hujan tetap sesuai prediksi. Prediksi nggak jelas, kapan?

Satu-satunya upaya yang terlihat nyata adalah perjuangan personel TNI dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di darat. Namun upaya yang dilakukan sama seperti tindakan bunuh diri. Ibarat diminta berperang, namun tidak diberikan amunisi. Yang ada hanya selang bocor.

Kebakaran

"Mereka yang berada di barisan terdepan, hanya mendapatkan sakit, senangnya yang di atas sana," kata dia tidak merincikan "kerah putih" yang diamksud.

Siapa yang tahu? berapa anggaran sebenarnya untuk upaya menanggulangi bencana asap, hasilnya juga "nol" besar. Hujan dari kekuasaan Tuhan bahkan diklaim sebagai keberhasilan.

Yang jelas, bantuan obat-obatan dan bahan kimia untuk upaya hujan buatan dari beberapa negara ditolak mentah-mentah. Yang diterima hanya bantuan pesawat, isinya kosong.

Tujuannya? "Jika bantuan obat dan zat kimia diterima, tentu akan sulit bagi kelompok itu untuk "bermain". Data yang masuk harus sesuai karena itu merupakan bantuan asing. "Pertanggung jawabannya harus jelas," kata dia.

Itulah yang membedakan negara ini dengan negara lainnya. Meski merdeka lebih dulu, lanjut dia, namun langkah yang ditempuh justru kemunduran. Orang-orang penting di negara ini seperti sengaja diberikan jalur yang salah hingga kemudian tersesat. Jauh!

Hingga korupsi dianggap sebagai berbuatan yang wajar. Banyak program pemerintahan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok, namun tetap mengatasnamakan rakyat. Lihatlah, ada jutaan mobil yang membuat jalanan macet, rata-rata milik pejabat daerah dan negara ini.

Mobil dinas

"Jika mau, dan KPK benar-benar bekerja, saya rasa semua PNS adalah pelaku kejahatan yang harus bertanggung jawab atas kejahatan terhadap rakyat.

Mereka yang dijadikan sebagai wajib pajak, diminta menyetorkan uang tepat waktu. Namun hak perlindungan justru diabaikan. Negara ini aneh, semoga belum terlalu jauh tersesat, dan bencana asap jangan sampai menjadi proyek di tahun berikutnya.

Hutan sudah lenyap. Jangan sanpai harkat dan martabat bangsa ini pun ikut lenyap! (RB/fzr)

Ikuti berita paling hangat dari kami dengan "Like" ke link RiauBook

foto

Terkait

Foto

Zaini Ismail Kehilangan Kursi Sekda, Selain Non Job Juga Bingung Kursi Barunya Dimana?

Riau Book - Nasib Zaini Ismail tak jelas. Setelah dilengserkan dari kursi jabatan sebagai Sekdaprov Riau, dia kini menembati jabatan…

Foto

Kadal ini Unik, Bisa Berganti Kelamin Saat Musim Panas

Riau Book - Hewan pada umumnya terutama jenis reptil memang memiliki keunikan tersendiri. Namun untuk kadal yang satu ini luar…

Foto

Fenomena Unik, Air Terjun ini Hanya Mengalir Justru Saat Kemarau Saja

Riau Book - Sungguh ajaib. Jika pada umumnya air terjun di berbagai wilayah mengalir deras ketika musim hujan, ini justru…

Foto

Fenomena Unik - Ada Salju Warna Pink dan Rasa Semangka

Riau Book - Pada umumnya, salju berwarna putih dan bening. Rasanya tentu hambar. Namun bagaimana jika ada salju justru berwarna…

Foto

Berita Jokowi Sangar Gugat Rp7 Triliun, Lantas RAPP? Top Rangking 100 Ribu Pembaca

Riau Book - Dari ribuan berita yang diposting pada berbagai kanal situs berita online RiauBook.com, terdapat satu tulisan yang…

Foto

Ini Rumah Tajir dengan 100 Kamar di Era 45, Pemiliknya Mayor Miliki 14 Isteri

Riau Book - Zaman dahulu memiliki sejarah yang tak terlupakan. Kisah unik atas tabiat orang-orang dulu juga tergambarkan dalam sebuah…

Foto

Ibu-ibu Menor dan Teriakan Histeris Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

Riau Book - Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di lokasi lahan bekas terbakar di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten…

Foto

Jokowi Shalat Jumat Bersama Ribuan Warga Kampar, Sampai Telat Makan

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) Shalat Jumat berjemaah di Masjid Islamic Centre Bangkinang bersama ribuan warga Kabupaten Bangkinang…

Foto

Jokowi Tempuh Jalan Darat Menuju Kampar

Riau Book - Presiden Joko Widodo dikabarkan menempuh jalan darat dari Sumatera Barat menuju Kabupaten Kampar, Riau, untuk meninjau penaganan…

Foto

Jokowi Tidur di Bukittinggi, Besok Naik Helikopter Menuju Kampar Bagikan Kartu Jitu

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berencana meninjau penanganan kebakaran lahan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau sekaligus melihat…

Foto

Belenggu Asap Riau Selama 18 Tahun

Riau Book - Tahukah Anda? Ada jutaan jiwa terperangkap belenggu asap yang mengancam kehidupan, "merantai" keinginan balita dan mengurung keleluasaan…

Foto

Ini Berbagai Kegiatan Jokowi di Kampar, Ribuan Warga Miskin Akan Menyambutnya

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berkunjung ke Kabupaten Kampar Provinsi Riau untuk meninjau penanganan pemadaman kebakaran lahan…

Foto

Kini Kota-kota di Indonesia Terburuk di Dunia Karena Asap, Pekanbaru ke 2

Riau Book - Tahukah Anda? banyak negara bangga dengan lingkungan tiap kotanya yang asri. Namun berbeda di Indonesia, Air Quality…

Foto

Ini Alasan Plt Gubernur Riau Mendadak Dipanggil Presiden Jokowi

Riau Book - Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mendadak pergi ke Jakarta melalui Padang setelah dipanggil…

Foto

Jokowi: Saya Minta Kepekaan Gubernur, Bupati dan Walikota Atasi Asap

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam akun Facebooknya merespon dengan tegas atas bencana kabut asap kebakaran lahan dan…

Foto

Bandara Pekanbaru Lumpuh, Ribuan Penumpang Terlantar

Riau Book - Bandara SSK II Pekanbaru, Riau, dilaporkan lumpuh akibat asap tebal dampak kebakaran lahan. Hal itu menyebabkan ribuan…

Foto

Zaman Edan, Ratusan Ribu Orang Indonesia Bakal Kehilangan Pekerjaan

Riau Book - Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang kalut mulai menyulut pada pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh beberapa perusahaan di…

Foto

Saatnya Robot Yang Bekerja

Riau Book - Masayoshi Son selaku Pemimpin Umum SoftBank Group dari Jepang memprediksi bahwa robot akan lebih banyak ketimbang manusia…

Foto

Tersedot Ratusan Miliar, Perusahaan HTI Penguasa Jutaan Hektare Hutan Riau Bantu Sekadar

Riau Book - Sudah berapa banyak helikopter di sewa, diterbangkan untuk memanjau, bahkan menjatuhkan jutaan liter bom air guna memadamkan…

Foto

Kenali Vagina Lewat Cairannya

RiauBook - Kebanyakan wanita yang sibuk dengan aktivitasnya, tak menyadari adanya perubahan tak normal pada vagina. Selama terlihat dan terasa…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan