RIAUBOOK.COM - Para jomblo di Jakarta seperti harus berusaha sendiri untuk mendapatkan pasangan hidup. Mereka tak bisa mengharapkan program yang pernah digagas Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno berupa Kartu Jakarta Jomblo (KJJ).
Pasalnya, Sandiaga membatalkan rencana program KJJ, termasuk dan rencana menyediakan pojok taaruf atau perjodohan di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak).
"Kemarin sudah dikaji dan ternyata masalah perjombloan ini ada di ranah privat," kata Sandiaga saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rabu (7/5/2017).
Sandiaga juga mengatakan, ia sudah menerima presentasi dari dunia usaha terkait solusi jomblo atau tanpa pasangan. Dunia digital ternyata memiliki berbagai aplikasi perkenalan dan perjodohan yang bisa memfasilitasi para jomblo untuk bertemu.
"Ini mempermudah karena banyak kalangan muda yang sibuk," kata Sandiaga.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang melarang perjodohan di RPTRA. Perda tersebut juga untuk menjamin penggunaan RPTRA sesuai fungsinya.
Djarot ingin mengajukan rancangan perda tersebut kepada DPRD DKI. Isi perda tersebut nantinya tentang aturan penggunaan dan pengelolaan RPTRA, misalnya seperti kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan di RPTRA.
"RPTRA tidak bisa digunakan sebagai tempat mojok untuk cari jodoh, enggak boleh ya, karena ( RPTRA) itu untuk anak, untuk perempuan," kata Djarot.
(kcm)Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…