RIAUBOOK.COM - Masyarakat Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang Siak kembali melakukan aksi pemblokiran di Jalan Industri Simpang Inpres, Rabu (19/7/2017). Aksi dilakukan karena masyarakat kesal pihak perusahaan PT IKPP, Pelindo dan PT Habi belum memenuhi janji mereka untuk mengaspal jalan.
Aksi penutupan jalan tersebut menyebabkan antrean kendaraan sepanjang sekitar 4 kilometer (km). Kendaraan yang antre kebanyakan berasal dari mobil operasional ketiga perusahaan tersebut.
Warga menuntut, agar ketiga perusahaan yang melintasi jalan km 11 melalui Jalan Industri tersebut diaspal, karena selain rusak kondisi jalan juga berdebu bertebaran hingga debu menempel di rumah warga.
Pemblokiran jalan dilakukan dengan menutup badan jalan dengan kayu balok, batu dan memasang spanduk menuntut perusahaan melakukan pengaspan.
Warga mengancam, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi perusahaan, maka jalan akan ditutup hingga ada kejelasan dari pihak perusahaan.
"Masyarakat sudah lama menuntut pengaspalan, karena banyaknya kendaraan perusahaan melintasi di pemukiman warga selain jalan rusak, juga dampak dirasakan warga yakni debu," ujar Kades Pinang Sebatang Barat Herman di hadapan perwakilan perusahaan PT IKPP dan PT Pelindo, sementara perwakilan PT Habi tidak datang.
Dalam pertemuan dengan masyarakat Pinang Sebatang Barat, PT IKPP/Arara Abadi diwakili humas IKPP Armadi, dari PT Pelindo di wakili humas Jamaluddin.
Perusahaan PT IKPP menekankan pihak perusahaan tetap pada komitmen awal yakni melakukan peningkatan jalan.
"Kita tetap akan melakukan peningkatan jalan tersebut dan untuk pekerjaanya perlu adanya desain, berapa anggaranya dan lain. Jalan itu kita perbaiki," papar Armadi.
Sementara PT Pelindo diwakili Jamaluddin meminta agar pihak desa membuat surat kepada manajemen dan pihaknya akan menyampaikan surat tersebut.
"Saya tidak bisa mengiyakan keinginan masyakat, namun pihak desa membuat surat kepada manajemen untuk perbaikan jalan," ungkapnya.
Mendengar penjelasan dua perusahaan, warga mengaku kecewa dan meminta agar segera melakukan perbaikan. Warga akan tetap melakukan aksi pemblokiran jalan, jika belum ada perbaikan jalan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Jalan Km 11 tersebut merupakan jalan yang sebelumnya dibuka oleh PT Kulim, setelah perusahaan Kulim tutup, kemudian di pelihara oleh PT IKPP karena kendaraan operasional perusahaan melewati jalan itu yang terdapat puluhan pemukiman warga di sepanjang jalan 4 Km. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…