Foto bendera Palestina dan Indonesia. (net)

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:46 WIB 26430000

Tapak Kilas Kemesraan Indonesia, Mesir dan Palestina

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh: Jufri Hardianto Zulfan, S.H

Kita mengingat perkataan Presiden pertama Republik ini, Ir. Soekarno menyatakan "Jas Merah" yang bermaksud jangan pernah melupakan sejarah, hal ini tentu saja merupakan salah satu barometer dari penghargaan suatu bangsa terhadap negaranya, yang terkait erat dengan para pahlawannya dan menjadikan suatu kewajiban untuk negara yang berdapab agar kembali mempelajari sejarahnya untuk mendapatkan hikmah dan ilmu serta pengalaman silam yang didapat.

Dalam studi ilmu tata negara, dikenal beberapa sebab diakuinya suatu negara tertentu dan ilmu ini telah menjadi kajian utama untuk para pencari ilmu khususnya jurusan hukum, penulis mengemukakan diantara nya adalah, (a) adanya wilayah, (b) adanya pemerintahan, (c), adanya rakyat, dan (d), adanya pengakuan dari negara lain. Dalam judul diatas, penulis ingin mengungkapkan bagaimana kemesraan hubungan negara ini dengan negara Mesir dan Palestina sehingga penulis merasa wajib dilakukan untuk pemerintahan negeri ini membantu jika negara tersebut dalam keadaan yang tidak diinginkan, seperti halnya yang dikatakan oleh pepatah "hutang harta dibayar harta hutang budi dibawa mati"

Penulis sampaikan, setelah proklamasi kemedekaan, dicatat bahwa negara-negara timur tengah termasuk yang pertama kali mengakui posisi Indonesia sebagai negara merdeka, penulis mengutip sebagian isi buku yang berjudul "Indonesia, Islam dan Demokrasi" yang ditulis oleh Azzumardi Azra, disebutkan bahwa pertama kali, kemerdekaan Indonesia diakui oleh Mesir ( yang secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946 dan pada tanggal 10 Juni 1947 mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia secara de jure) dan Arab Saudi. Disamping mengakui keberadaan negara Indonesia, negara-negara timur juga mengirimkan bantuannya, seperti halnya yang diungkapkan oleh A. H Nasution, "karena itu tercatatlah, bahwa negara-negara Arab yang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomtiknya ke Jogja dan yang paling dahulu memberi bantuan biaya untuk diplomat-diplomat Indonesia di luar negeri.

Disisi lain, tercatat bahwa negara Palestina justru secara de facto mengakui RI sebagai negara yang merdeka setahun sebelum kemerdekaan RI yang sebenarnya, yaitu tepatnya pada tanggal 06 September 1944. Pengakuan tersebut disebarluaskan ke seluruh dunia Islam oleh seorang Mufti besar Palestina Syehk Muhammad Amin Al-Husaini.

Lalu dewasa ini, peristiwa yang memilukan kembali terjadi terhadap negara yang berjasa tersebut terhadap negeri ini, sudah puluhan tahun negara tersebut dijajah oleh Israel, penulis tidak dapat menyebut Israel dengan sebutan "negara" karena dari sejarah keberadaan negara ini memang diperdebatkan dan dipermasalahkan dan hal ini tentu saja menggugurkan salah satu kriteria dari ciri-ciri negara yang utuh yang salah satunya adalah diakui oleh dunia Internasional.

Jika Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Ir H, Joko Widodo sebagai Presiden ingin membalas budi baik negeri Palestina maka moment inilah yang harus dimamfaatkan, karena pergerakan seorang Presiden dengan kebijakan yang ada pada dirinya dengan cepat akan segera dilakukan oleh orang-orang yang menjadi bawahannya dan menjelaskana permusuhan dengan Israel. Sejarah mencatat, Presiden Soekarno mengutuk keras dan menolak menjalin hubungan dengan Israel serta agresi Israel terhadap negara-negara Arab dan mendukung negara-negara Arab dalam perjuangan melawan Israel. Bahkan hingga bergantinya kepemimpinan negeri ini oleh Soeharto, Indonesia tetap sangat setuju dengan perjuangan rakyat Palestina dan hal ini menggmbarkan sudah puluhan tahun hubungan mesra ini tetap dijaga oleh para pemimpin negara tersebut dengan baik.

Akhirnya penulis sampaikan, "Open Your Eyes" Palestina merupakan saudara kita, bukankah dalam pembukaan konstitusi kita disampaikan dengan jelas, "oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan kerena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan". Dengan harapan semoga saja para penguasa negeri ini memahmi apa yang sedang terjadi dan lebih dari itu juga melakukan tindakan atas apa yang terjadi tersebut. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini
Dunia Islam:

Kelak Di Hadapan Allah

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:40 WIB
Al-Aqsha Menunggumu

Perhatian dan Perhatikan

Kamis, 14 Desember 2017 - 00:54 WIB
Opini:

Membalik Logika

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:04 WIB
Opini Fahri Hamzah:

Ustad Abdul Somad, Tadzikrah Bagi Bangsa

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:24 WIB
Dunia Islam:

Abdul Hamid II dan Baitul Maqdis

Selasa, 12 Desember 2017 - 13:30 WIB

Riau dan Yogyakarta

Selasa, 12 Desember 2017 - 10:35 WIB

Atas Nama NKRI dan Pancasila

Senin, 11 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Baitul Maqdis Pusat Negeri Mukmin

Senin, 11 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

Senin, 11 Desember 2017 - 14:57 WIB
Dunia Islam:

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:51 WIB
Opini:

Efek Doa

Rabu, 06 Desember 2017 - 21:09 WIB
Dunia Islam

Allah Pemberi Hidup

Selasa, 05 Desember 2017 - 19:35 WIB
Reuni 212

Persatuan Atas Rahmat Allah

Minggu, 03 Desember 2017 - 14:22 WIB

Keris 'Sakti' Rahasia Dinasti

Sabtu, 02 Desember 2017 - 11:19 WIB

Tugu Antikorupsi, Kebanggaan Riau yang Luntur

Kamis, 30 November 2017 - 02:17 WIB

Hukum dalam Negeri Seni Politik

Senin, 27 November 2017 - 15:08 WIB

Pesek yang Menjelaskan

Jumat, 24 November 2017 - 00:18 WIB
Opini

Muslim, Mengapa Politik Menarik

Rabu, 22 November 2017 - 16:16 WIB
Opini

Ini Bukan Soal SN

Selasa, 21 November 2017 - 17:04 WIB

Mafia Negara, 'Shame on You'

Selasa, 21 November 2017 - 00:28 WIB

Masukkan Aku Dalam Daftarmu

Minggu, 19 November 2017 - 22:57 WIB

Menawar Harga untuk Satu NKRI

Minggu, 19 November 2017 - 20:00 WIB
Opini

Manuver Politik KPK

Jumat, 17 November 2017 - 23:36 WIB
Dunia Islam

Sedikit Tentang Ilmu

Jumat, 17 November 2017 - 09:17 WIB

Jangan Sampai Hukum seperti Sarang Laba-laba

Jumat, 17 November 2017 - 07:07 WIB

Benang Menang Merah Antara HAM dan Kebebasan

Kamis, 16 November 2017 - 13:34 WIB

Cerdas Memilih di Tengah Kemajuan Teknologi

Senin, 13 November 2017 - 13:36 WIB

Pancasila dan Orang Indonesia

Jumat, 10 November 2017 - 21:59 WIB

Catatan Gilang Mahardika untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 22:46 WIB

Catatan Najwa untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

Peran Sentral Pemuda

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 09:26 WIB
Opini

Aditya dan Gelora Gerakan Mahasiswa

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 21:38 WIB

Niat KPK Memang Merusak Citra Peradilan

Senin, 09 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize