Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan KSAD Jenderal TNI Mulyono mengendarai motor trail saat meninjau pembangunan jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu 1, Papua, Rabu (10/5). (Dok. Biro Pers)

Selasa, 04 Desember 2018 - 11:06 WIB 7590000

Pembunuhan 31 Pekerja di Papua, Jokowi Perintahkan Panglima dan Kapolri Cek ke Lokasi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) perintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek peristiwa pembunuhan sadis yang mmenimpa sebanyak 31 pekerja di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Ini kejadiannya di Kabupaten Nduga, di kabupaten yang dulu memang warnanya merah. Saya pernah ke sana," ujar Jokowi usai membuka Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Presiden pun langsung memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek peristiwa tersebut.

"Karena ini masih simpang siur. Di Nduga itu sinyal nggak ada. Jadi ini masih dikonfirmasi dulu ke sana apakah betul kejadiannya seperti itu," tutur Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu menuturkan, pembangunan infrastruktur di tanah Papua memang tidak mudah. Selain medannya sulit, pembangunan di Papua juga kerap mendapat gangguan keamanan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Meski begitu, pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur di Papua tetap berlanjut. Pemerintah juga telah melibatkan aparat keamanan dari TNI-Polri untuk mengawal proses pembangunan di sana.

"Pembangunan infrastruktur di tanah Papua tetap berlanjut. Kita tidak akan takut oleh hal-hal seperti itu," tegas Jokowi.

Sulit

Sementara itu, TNI mengirim 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 130 personel menuju lokasi pembunuhan 31 pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meski bergegas melakukan pemeriksaan pada Selasa pagi ini, personel terkendala akses jalan menuju lokasi.

"Daerah tersebut agak sulit dijangkau. Kalau dari Kabupaten Wamena, masih harus ke Distrik 2, itu masih empat jam naik kendaraan," tutur Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/12/2018) pagi.

Sementara, lanjut Dax, dari distrik kedua ke Distrik Yigi masih harus ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Terlebih, kondisi jalan yang rusak membuat tim harus lebih berhati-hati.

"Informasi sulit didapat, makanya kita harus cek ke sana dan paling kita tunggu lewat radio. Tidak melalui ponsel karena sinyal nggak ada," kata dia.

Sumber Liputan6

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Waspada Longsor di Perbatasan Riau-Sumbar

Senin, 03 Desember 2018 - 06:08 WIB

Waspadai, Riau Siaga Banjir dan Longsor

Jumat, 30 November 2018 - 12:23 WIB

Esok, Status Siaga Darurat Karhutla Dicabut

Kamis, 29 November 2018 - 19:50 WIB

Presiden Jokowi: Iya Tanggal 8 Desember --ke Riau--

Kamis, 29 November 2018 - 13:39 WIB

Sah, APBD Meranti Rp1,4 Triliun

Rabu, 28 November 2018 - 09:38 WIB

Jokowi Bakal Bagi-bagi Sertifikat di Riau

Rabu, 28 November 2018 - 09:06 WIB

Hadiah HUT PGRI, Bupati Siak Teken 1.960 SK Guru Honor

Selasa, 27 November 2018 - 20:32 WIB

Berikut Jumlah Pajak Rokok Riau yang Disetor Ke BPJS

Senin, 26 November 2018 - 14:58 WIB

Akhir Bulan Ini APBD Riau 2019 Disahkan

Senin, 26 November 2018 - 14:04 WIB

Inilah Daftar Siswa Berprestasi di Riau

Senin, 26 November 2018 - 13:41 WIB

KIP Riau Berdialog dengan Tokoh Muda, 'Demi Milenial'

Senin, 26 November 2018 - 12:12 WIB

Wan Thamrin: APBD Riau Naik, Ini Kado untuk Syamsuar

Senin, 26 November 2018 - 00:44 WIB

Siang dan Malam Legislator Riau Kejarkan APBD 2019

Minggu, 25 November 2018 - 23:21 WIB

Pesan Penting Wan Thamrin untuk Wardan & Syamsudin

Kamis, 22 November 2018 - 12:54 WIB

Daftar 136 Pejabat Inhil yang Baru Dilantik

Rabu, 21 November 2018 - 00:50 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize