RIAUBOOK.COM- Program Keluarga Harapan (PKH) yang digelontorkan Kementerian Sosial bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan serta membantu keluarga yang sangat miskin memenuhi keperluan kesehatan, pendidikan dan pangan.
Kota Pekanbaru merupakan 1 dari 44 kota yang telah melaksanakan PKH. Sebanyak 7.034 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan sudah bisa menikmati bantuan ini. Data penerima bantuan PKH didapat dari Basis Data Terpadu (BDT) 2015.
"Datanya sudah ada, kita tinggal membagikan dan sekaligus melakukan verifikasi dan validasi data, apakah bantuan ini tepat sasaran atau tidak," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin Dinas Sosial Kota Pekanbaru Heriyani.
Heriyani menjelaskan ada 3 kategori penerima bantuan. Ketiga jenis penerima ini juga mendapatkan bantuan yang berbeda. Untuk keluarga hampir miskin mendapatkan program jaminan kesehatan, mereka mampu, tapi tidak bisa memenuhi keperluan kesehatan.
Untuk keluarga miskin, bantuan yang didapat adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang setiap bulan mendapatkan bantuan Rp110 ribu, berupa beras dan gula, yang diperoleh melalui e-waroeng. Dan keluarga sangat miskin menerima bantuan keluarga harapan.
Setiap keluarga yang terdaftar di PKH akan mendapat bantuan Rp1.890.000 yang disamaratakan untuk semua penerima.
Program keluarga harapan ini dijelaskan Heriyani, diperuntukkan untuk memenuhi keperluan keluarga yang sangat miskin.
"Kartunya hanya ibu-ibu yang boleh pegang, karena mereka yang mengurusi keperluan rumah tangga," ujarnya kepada Riaubook.com.
Dalam penyalurannya masih banyak warga yang datang melapor, karena tidak mendapatkan program bantuan.
Untuk itu Dijelaskan Heriyani, pihaknya bersama pendamping serta pihak kelurahan akan mendata ulang siapa saja keluarga yang layak menerima untuk dilaporkan, dan dibuat data ulangnya, agar memperoleh bantuan di tahun depan.
Sementara itu Koordinator PKH Kota Pekanbaru, Jasman syarat untuk penerima program ini harus memiliki komponen yang telah ditetapkan dalam satu keluarga.
Komponen tersebut yakni pendidikan, dimana ada anak yang masih bersekolah. Kesehatan untuk ibu hamil, selalu melakukan pengecekan kesehatan kandungannya, atau memiliki balita.
"Tahun ini disamakan semuanya dapat Rp1.890.000 setahun, dibagi 4 tahap pencairan, per tiga bulan, jadi digunakan untuk semua komponen yang ditetapkan," ujarnya.
Jasman menerangkan, Jika terdapat kecurangan, maka bantuan akan diputus saat pencairan tahap berikutnya. Karena akan ada proses verifikasi dari pendamping, mengecek apakah kewajiban penerima PKHmelakukan kewajibannya apa tidak.
Di dalam kartu ATM yang diperoleh penerima PKH, terdapat bantuan-bantuan apa saja yang mereka peroleh. Terdiri dari bantuan PKH, BPNT, dan bantuan untuk lansia di atas 70 tahun serta disabilitas berat.
"2018 akan ada tambahan, bantuan listrik dan gas," ujarnya.
Berbeda dari tahun lalu, besaran bantuan sama untuk semua penerima, menurutnya karena lebih efektif dan agar mendorong masyarakat untuk bisa keluar dari kemiskinan. (RB/Advertorial)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…