RIAUBOOK.COM - Pemotongan pajak rokok di Provinsi Riau untuk menutupi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar Rp32,6 miliar, pemotongan tersebut diberlakukan untuk triwulan III 2018.
Kepala Bidang Penerimaan Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Ispan S Syahputra menjelaskan, pendapatan dari pajak rokok di tahun 2018 hingga triwulan III untuk wilayah setempat diperkirakan sebesar Rp196,181 miliar.
Namun, pemotongan pajak rokok mulai dilakukan pada triwulan III tahun ini sebesar 37,5 persen dari Rp87,037 miliar, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 128/PMK.07/2018 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak Rokok.
"Di triwulan III, pajak rokok yang harus diterima sebesar Rp87,073 miliar, tapi sudah dipotong langsung oleh pusat 37,5 persen, sehingga yang diterima kas daerah itu Rp54,4 miliar," kata Ispan kepada RiauBook.com, Senin (26/11/2018).
Dari Rp54,4 miliar tersebut, Ispan menuturkan, 75 persennya akan dibagihasilkan dengan kabupaten/kota di Riau.
"Totalnya ada Rp38,094 miliar yang dibagi dengan nilai bervariasi, Inilah yang kita bagi secara proporsional ke kabupaten/kota sesuai jumlah penduduk masing-masing," jelas Ispan.
Secara rinci, nantinya Pekanbaru menerima bagi hasil pajak rokok Rp4,4 miliar, Dumai Rp2,4 miliar, Bengkalis Rp3,2 miliar, Inhu Rp2,9 miliar, Inhil Rp3,5 miliar, Kampar Rp3,9 miliar, Kuansing Rp2,6 miliar, Pelalawan Rp2,7 miliar, Rohul Rp3,3 miliar, Rohil Rp3,5 miliar, Siak Rp2,9 miliar, dan Kepulauan Meranti Rp2,2 miliar.
Sedangkan untuk triwulan IV dan tahun 2018, kata dia, masih dilakukan penghitungan berapa besaran angka yang dipotong, "jika kontribusi daerah untuk anggaran jaminan kesehatan sudah di atas 37,5 persen, maka tidak dilakukan pemotongan lagi".
"Makanya hari ini kita lakukan sosialisasi sekaligus rekonsiliasi data dengan kabupaten/kota jika memang dari hasil rekonsiliasi ini ternyata kontribusi daerah sudah lebih 37,5 persen, maka di triwulan IV tidak akan ada potongan lagi, tapi jika kurang dari 37,5 persen, maka selisih yang kurang itu yang akan dipotong oleh pusat," demikian Ispan. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…