Selamat Dari Gugatan Rp7 Triliun, Sinarmas Mendadak Sosialisasi Karlahut Dimusim Hujan

Riau Book - Sejumlah anak perusahaan Sinarmas Grup mendadak menggelar sosialisasi tentang penanganan kebakaran lahan dimusim hujan setelah berhasil selamat dari gugatan pemerintah sebenar Rp7 triliun.

Bahkan dalam kegiatan itu, turut hadir Danrem Brigjen TNI Nurendi MSi (Han). Kegiatan tersebut merupakan bentuk training Sinarmaas Foresty dan mitra di Gedung Training Centrel PT Indah Kiat (IKPP), Senin (11/1).

Turun hadir sejumlah petinggi anak perusahaan Sinarmas Grup seperti Kuasa Direksi PT AA Edi Haris, GM PT AA Appathurai Rajasigham, Kepala PT Arara Abadi Humas Hermasyah.

Seperti diketahui, PT Bumi Mekar Hijau (BMH), anak perusahaan Sinarmas ditetapkan sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan sejak musim kebkaran tahun lalu.

Cabut

PT BMH juga digugat perdata oleh Kementerian LHK dengan total tuntutan ganti rugi dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp7 triliun. Persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang

Kemudian ada juga perusahaan penguasa hutan Riau lainnya adalah Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) APRIL Group. Dari laporan yang diterima, perusahaan ini juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang diduga turut melakukan pembakaran lahan, bahkan pada kasus tahun-tahun sebelumnya. Namun sejauh ini, belum ada tindakan tegas yang sama seperti dilakukan kepada Sinar Mas Group.

Pemerintah Kalah

Gugatan perdata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH) sebesar Rp7,9 triliun terkait kasus kebakaran hutan pada 2014 sebelumnya ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1 Palembang, Rabu 30 Desember 2015.

Pemerintah kalah

Presiden Jokowi bersama Menteri LHK Siti Nurbaya saat berkunjung ke Kampar, Riau, meninjau upaya antisipasi karlahut.

Bahkan KLHK dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp10,2 juta atas penolakan tersebut. Sidang yang diketuai oleh Majelis Hakim Parlas Nababan, Eli Warti dan Kartidjo dalam persidangan memaparkan, jika dari seluruh gugatan penggunggat tidak dapat dibuktikan, baik berupa kerugian maupun kerusakan hayati.

Majelis menilai, tergugat telah menyediakan sarana pemadam kebakaran di lingkungan perkebunan. Serta itu juga menetapkan kebakaran lahan perkebunan bukan dilakukan tergugat, melainkan dilakukan pihak ketiga sehingga tidak bisa dikenakan sanksi hukum terhadap PT BMH sebesar Rp7,9 trliun pada 2014 lalu.

Dengan ditolaknya gugatan KLHK oleh Majelis hakim, pihak kuasa hukum penggunggat langsung menyatakan banding.

Dirjen Penegakan Hukum dari KLHK, Rasio Ridho Sani, mengaku kecewa dengan keputusan majelis hakim, karena apa yang digugat oleh pihaknya merupakan bukti dan fakta di lapangan, yang mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan di areal PT BMH pada 2014 silam.

Dalam gugatan tersebut KLHK menilai perusahaan telah lalai dalam mengelola izin yang diberikan oleh pemerintah yang lokasinya sebesar 20 ribu hektare.

"Kami sudah menyatakan banding, dan perusahaan ini juga sudah kami bekukan terkait izin lingkungan," ujar Rasio yang hadir dalam persidangan.

Menurut Rasio, pihaknya akan memperjuangkan program penanggulangan kebakaran hutan di tanah air, termasuk di Sumatera Selatan.

"Jadi sampai kemanapun kami tetap mengajukan proses hukum terkait pihak yang telah membakar hutan," ujarnya.

Sementara itu Kuasa Hukum, PT Bumi Mekar Hijau, Maurice mengatakan apa yang diputuskan oleh majelis hakim dan itu sudah sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

"Karena pihak penggugat telah menyatakan banding, maka kami akan mempersiapan proses hukum berikutnya, yang jelas kami sudah optimis bahwa klien kami tidak bersalah, dan ini sesuai juga dengan saksi ahli yang kita ajukan dalam persidangan," kata dia.

Pandangan Pengamat

Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kesehatan dari Universitas Riau, Tengku Ariful Amri, mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Riau sejauh ini telah mendatangkan kerugian yang teramat dahsyat.\

http://www.riaubook.com/photos/foto/101015010553_2_peninjauan.jpeg

Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan tersebut, kata dia, memberikan tiga dampak negatif, yakni tercemarnya lingkungan, terganggunya kesehatan manusia dan melemahkan roda perekonomian bangsa.

"Partikel yang terkandung pada asap sisa kebakaran hutan dan lahan terpecah menjadi tiga bagian, di antaranya yakni pertikel yang sangat halus.

Partikel ini sangat mudah terbawa oleh angin dan menyebabkan meluasnya pencemaran akibat dari kebakaran tersebut," ujarnya.

Dikatakan Amri, jika sisa partikel halus ini sampai menyentuh kawasan hutan dan pepohonan pada taman kota, maka udara dapat tersaring, zat-zat berbahaya yang sebelumnya terbawa menempel di dedaunan pepohonan yang dilintasi.

Asap

"Akan tetapi, jika suatu daerah yang dilanda kebakaran hutan dan lahan tidak memiliki luasan hutan alami dan tanaman pepohonan yang mencukupi, maka penyebaran partikel berbahaya bisa sangat jauh bahkan hingga menjangkau permukiman penduduk," tuturnya.

Apabila hal demikian terjadi, menurut Amri, maka partikel halus tersebut juga akan mencemari perairan baik di sungai maupun pada sumber air yang menjadi konsumsi masyarakat.

Kondisi ini, kata Amri, juga dapat membahayakan kesehatan manusia, terlebih jika manusia itu menghirup udara dan mengonsumsi air yang telah tercemar secara langsung.

Udara dan air yang telah tercemar secara langsung, menurut Amri, akan mampu mengotori paru-paru serta menghambat saluran pernafasan serta peredaran darah manusia pengonsumsinya.

Lain dari itu, menurut pemerhati ini, kandungan asap dan partikel halus berbahaya yang terbang lebih tinggi bersama udara jika mencapai "sarang" awan penghujan, maka juga akan mampu mengotori embun atau air hujan yang dihasilkan oleh gumpalan awan penghujan.

"Air hujan yang tercemar oleh partikel asap ini juga berbahaya jika dikonsumsi secara langsung oleh manusia mengingat kandungan zat asamnya yang sangat tinggi dan dapat mendatangkan kanker pada tubuh manusia," katanya.

Kemudian, menurut Ariful Amri, dampak kebakaran hutan dan lahan juga akan menghasilkan partikel berbahaya dengan ukuran sedang.

Partikel berbahaya berukuran sedang ini, kata dia, dapat menyebabkan tertutupnya ruang udara hingga membatasi jarak pandang manusia. Akibat dari partikel sedang ini, berbagai aktifitas lalu lintas baik darat, udara maupun laut dapat terganggu.

Kemunculan partikel sedang ini juga akan memperparah pencemaran pada perairan yang menjadi lintasannya, kata Amri. Kemudian, asap abu juga akan menutup permukaan dedaunan pada pepohonan hingga menyebabkan kerusakan fauna.

"Pada intinya, kasus atau bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama ini tidak ada yang menguntungkan dan bahkan mendatangkan kerugian yang tak ternilai," ucapnya. Pada tingkatan akhir hasil dari kebakaran hutan dan lahan, kata Amri, yakni partikel dengan ukuran yang besar.

"Partikel satu ini jarak penyebarannya cukup pendek karena zat yang terkandung cukup berat sehingga tidak mampu terhembus oleh udara yang bertiup normal," ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, partikel ketiga ini juga dapat mendatangkan kerugian di segala aspek, baik lingkungan dan kesehatan manusia.

"Namun yang patut kita waspadai pada kasus kebakaran hutan dan lahan ini, adalah punahnya keanekaragaman hayati. Hal ini tidak tergantikan dengan sesuatu apa pun, bahkan materi juga tidak mampu mengukurnya," kata Amri.

Keanekaragaman Hayati
Asap

Pada keanekaragaman hayati, menurut Amri, termasuk segala jenis binatang atau hewan yang hidup di dalam air, tanah dan hutan, seperti siput, cacing, ular, serangga dan berbagai jenis reptil lainnya.

Berbagai jenis fauna ini merupakan penyeimbang alam, dan jika kelestariannya terganggu, maka hewan-hewan ini secara individu akan melemah dan membuat alam dan lingkungan menjadi tidak lagi seimbang.

"Kondisi ini yang sebenarnya paling dikhawatirkan, karena hilangnya keanekaragaman hayati baik flora dan fauna adalah kerugian yang tidak ternilai harganya atau tidak bisa diukur dengan uang atau bentuk materi apapun," ucapnya.

Kembali kata Tengku Ariful Amri, kerugian lain yang diakibatkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan penyulut munculnya kabut asap, yakni jatuhnya martabat bangsa di tataran internasional. Kondisi ini disebabkan tidak pernah terselesaikannya kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan di tanah air.

Demo

Dari catatan dan evalusasi sejarah bangsa ini, kata Amri, sejak Juni 2007 hingga saat ini, pemerintah tidak pernah menyelesaikan atau menuntaskan kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan di tanah air.

"Kondisi ini menggambarkan lemahnya pemerintah dalam melindungi negara pada aspek lingkungan hidup, khususnya pada kasus kebakaran hutan yang rutin terjadi di sebagian besar wilayah tanah air," katanya.

Kondisi ini menurut Amri sangat disayangkan, mengingat sejumlah negara lain yang sebelumnya juga rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Malaysia, Thailand, bahkan sejumlah negara di Eropa dan Afrika, terbukti telah mampu meminimalisir kebakaran bencana yang dominan disebabkan oleh kurangnya kepedulian manusia ini.

"Bagaimana pun, negara-negara asing akan memandang Indonesia sebagai negara dengan tingkat kelalaian tertinggi serta kondisi hukum yang lemah," katanya.

Jika kondisi ini tidak diubah, kata Amri, maka dikhawatirkan bangsa ini akan mengalami krisis globalisasi yang menyangkut segala sektor, yakni lingkungan, kesehatan dan hukum.

Kondisi itu kemudian menurutnya juga akan menempatkan Indonesia sebagain negara tertinggal di dunia yang secara tidak langsung akan mempengaruhi derajat martabat bangsa ini.

Salah satu upaya tegas adalah strategi untuk menjaga keutuhan lingkungan dan memulihkan harkat dan martabat bangsa ini yang terperosok selama 18 tahun akibat pembakaran lahan gambut.

Pemerintah juga diminta untuk melakukan penelusuran, atau menarik kebelakang persoalan kebakaran lahan sepanjang 18 tahun terakhir untuk kemudian memetakan sejumlah perusahaan yang terlibat, selaku pemilik lahan bekas terbakar yang kini telah ditanami sawit dan beralih fungsi menjadi hutan tanaman industri, akasia.

Perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat tersebut yang kemudian diminta untuk menganti rugi kerusakan hutan dan lingkungan dan membayar santunan bagi korban asap saat ini. Namun pemerintah telah gagal, setelah klah di PN Palembang lalu.

Perlawanan terhadap pelaku kejahatan lingkungan masih dinantikan masyarakat, khususnya para korban asap Riau. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Hampir Saja Pupuk Subsidi Dijual Ilegal, Polisi Bengkalis Berhasil Menggagalkan

Riau Book - Nyaris saja pupuk bersubsidi dijual sejara ilegal. Aparat Kepolisian Resort (Polres) Bengkalis, Riau, berhasil mengamankan 8,5 ton…

Foto

Innalillahi, Komedian Budi Anduk Tutup Usia

Riau Book - Baru saja dikabarkan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Cirebon, komedian Budi Anduk siang ini…

Foto

Gara-gara 1 Puntung Rokok, 8 Unit Rumah dan Mobil Mewah Ludes Dilahap si Jago Merah

Riau Book -Gara-gara puntung rokok, 8 petak rumah dan sebuah rumah toko (ruko) di Desa Japura, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri…

Foto

Kebakaran Hebat di Inhu Hanguskan 6 Mobil, Tangisan Suci Pecah

Riau Book - Peristiwa kebakaran hebat terjadi di Jalan Lintas Timur, Desa Japura, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.…

Foto

Suwarso Bertahan Hidup Setelah 'Menang' Lawan Buaya

Riau Book - Seorang peternak hewan diDesa Hibrida, Kecamatan Teluk Belengkong Kabupaten ‎Indragiri Hilir, Riau mampu bertahan hidup setelah bertarung…

Foto

Di Pekanbaru BBM Turun, di Bengkalis Malah Naik dan Langka

Riau Book - Situasi janggal terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, setelah diumumkan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Jika di…

Foto

Rumah Layak Huni Kampar Asal-asalan, Jefry Noer Marah

Riau Book - Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer kerap mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang bangunan Rumah Layak Huni (RLH) yang…

Foto

Sungguh Terlalu dan Kejam, Anggota ISIS Penggal Ibu Kandung di Depan Umum

Riau Book -Seorang anggota militan kelompok Islam Irak dan Suriah atau ISIS mengeksekusi mati ibunya sendiri di hadapan publik. Demikian…

Foto

Ngaku Bawa Bom, Perwira S Terancam Kena Sanksi Tegas

Riau Book -Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD Pekanbaru, Letkol CPM Johny PJ Pelupessy berjanji bakal menindak tegas oknum…

Foto

Waduh, Lion Air Pekanbaru-Medan Gagal Terbang Akibat Candaan Bom

Riau Book - Maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT -141 rute Pekanbaru-Medan pada Jumat siang gagal terbang setelah salah…

Foto

Mortir Aktif di Pekanbaru Bakal Diledakkan Gegana Brimob Polda Riau

Riau Book -Sebuah mortir aktif berdaya ledak mematikan ditemukan dua mahasiswa di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Benda seberat 5 kilogram…

Foto

Tiga Kapal Malaysia yang Curi Ikan Dibakar di Tengah Laut Bengkalis

Riau Book - Tiga unit kapal nelayan milik warga negara (WN) Malaysia dimusnahkan dengan cara dibakar di tengah laut Selat…

Foto

Inilah Alasan Diduga Legislator Kampar Ramai-ramai Ingin Santet Jefry Noer

Riau Book - Bupati Kampar, Riau, Jefry Noer terpaksa mengambil kebijakan dengan melakukan efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah…

Foto

Legislator Kampar Dikabarkan Ramai-ramai Ingin Santet Jefry Noer

Riau Book - Sejumlah kalangan legislator Kabupaten Kampar, Riau, dikabarkan secara ramai-ramai ingin menyantet Bupati Jefry Noer. Diduga penyebabnya adalah…

Foto

Sumur di Halaman Musholla Bengkalis Riau Semburkan Gas

Riau Book - Masyarakat Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, dihebohkan dengan peristiwa langka. Mereka menyaksikan semburan gas…

Foto

Bahaya, Narkoba Sudah Masuk dan Beredar di Seluruh Desa di Rohul

Riau Book - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, dalam bahaya. Dikabarkan saat ini peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) seperti…

Foto

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Dua Masjid Sunni Dibom Pria Berseragam Milter

Riau Book - Ledakan bom mengguncang dua masjid Sunni di Irak. Insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran akan pecahnya kembali…

Foto

Bandara Pekanbaru Macet Total, Ribuan Kendaraan Antre, Pengunjung Pontang-panting

Riau Book - Pengunjung Bandar Udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, membludak. Antrean ribuan kendaraan berderet sepanjang lebih…

Foto

Duka Jurnalis Indonesia, Koran Tertua di Indonesia Tutup Terbit

Riau Book - Duka kembali menyelimuti industri media cetak di Indonesia. Satu lagi sebuah surat kabar legendaris harus berhenti menyapa…

Foto

Pasar Padang Panjang Terbakar, 18 Kios Penampungan Ludes

Riau Book - Peristiwa kebakaran kembali terjadi untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kali ini dilaporkan ada sebanyak 18 petak…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan