DMA. (ist)

Senin, 07 Oktober 2019 - 23:19 WIB 42070000

Indikasi KKN 1,7 Miliar, Direktur Operasional BRK Dilaporkan ke Kejagung

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Seorang warga negara yang juga praktisi hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Dharma Andigha Bogor, Raden Adnan, S.H., M.H berniat melaporkan Direktur Operasional Bank Riau Kepri (BRK) Denny Mulya Akbar (DMA) ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung RI dalam dugaan kasus korupsi dan nepotisme dengan kerugian lebih Rp1,7 miliar.

"Kita sebagai warga negara merasa pemberantasan korupsi adalah hal yang sangat penting, terlebih di tubuh bank pembangunan daerah yang seharusnya bersih dari segala tindak KKN," kata Raden lewat komunikasi selular, Senin (7/10/2019).

Sebelumnya dilaporkan DMA diduga melakukan monopoli proyek di lingkungan BRK dengan skala besar, meliputi nyaris seluruh beban operasional selain bunga untuk bidang promosi.

DMA juga diduga melakukan tindakan monopoli proyek dengan membuka akses nepotisme melalui perusahaan dengan komisaris adik kandungnya di PT. Mimbar Production.

Dari informasi yang dihimpun, PT. Mimbar Production pada tahun 2016 menguasai sejumlah proyek untuk bidang promosi mengalahkan sejumlah perusahaan yang menjadi kompetitornya.

"Tahun 2016 saya ikut lelang proyek iklan luar ruang di sejumlah titik di Bandara SSK Pekanbaru dan Bandara Batam. Dari nilai yang saya tawarkan untuk iklan di garbarata, nilainya jauh lebih rendah, dan telah disetujui oleh direktur utama waktu itu.

Namun ketika kontrak turun ke Bagian Umum dibawah kepemimpinan Direktur Operasional, tanpa alasan yang jelas saya didiskulaifikasi, dan PT Mimbar Production yang penawarannya paling tinggi justru dimenangkan," kata seorang sumber.

Dia menjelaskan, nyaris semua proyek iklan luar ruang dikuasai oleh DMA, dengan disposisi langsung yang bersangkutan, PT Mimbar Production menguasai nyaris seluruh proyek besar bidang promosi di BRK.

"Sampai akhirnya, pada tahun 2016 ditemukan adanya proyek promosi fiktif di Bandara SSK II, pemasangan iklan di garbarata senilai Rp1,7 miliar dananya sudah dicairkan, namun tidak dibayarkan ke pihak bandara," kata dia.

Namun yang anehnya, lanjut dia, pihak BRK tidak melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian dan justru pada tahun 2017, menganggarkan kembali proyek yang sama dengan nilai nyaris dua kali lipat.

Kasus tersebut kata sumber, sempat diselidiki pihak Kejati Riau, namun prosesnya mengambang.

OJK ke Mana?

"Praktik seperti ini harus segera dibongkar, karena jika didiamkan maka akan terus berlarut-larut dan membahayakan perusahaan, terlebih BRK adalah BPD yang seharusnya mendapat sorotan bari Otoritas Jasa Kauangan (OJK). Selama ini OJK ke mana?" demikian Raden.

Melihat dari alurnya, lanjut Raden, seharusnya pihak perusahaan melaporkan pihak vendor, bukan justru melindunginya dan malah menganggarkan kembali proyek fiktif tersebut.

"Perbuatan itu sudah merupakan tindakan KKN yang dapat diindikasikan sebagai perbuatan korupsi berjemaah di dalam tubuh BRK sehingga merugikan daerah sebagai pemegang saham di BPD itu.

Sebagai masyarakat Riau, saya bersiap melaporkan kasus ini ke Kejagung karena indikasinya Kejati juga tidak memproses kasus ini," kata Raden.

Sejak mencuatnya dugaan kasus tersebut, DMA menjadi salah satu direksi BRK paling sulit ditemui dan tidak bisa dihubungi.

Wartawan mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.

Diambang Rugi

Dari penulusaran laporan keuangan tahunan yang diterbitkan per 31 Desember oleh PT Bank Riau Kepri, beban operasional BPD Riau itu cenderung membengkak dari tahun ke tahun.

Untuk beban operasional selain bunga bersih pada tahun 2016, tercatat sebesar Rp791,379 miliar, sementara pada tahun 2017 mencapai Rp664,897 miliar, kemudian ditahun 2018 kembali meningkat menjadi Rp751,064 miliar.

Tinggi beban operasional kemudian membuat pendapatan laba bersih BRK tiap tahun terus menurun, pada 2016 laba bersih BRK sempat mencapai Rp44,008 miliar, merosot menjadi Rp43,071 miliar ditahun 2017, hingga kembali jatuh menjadi Rp32,165 miliar pada 2018.

Sementara itu untuk biaya operasional bidang promosi pada saat kasus tersebut mencuat, terjadi selisih nilai yang cukup signifikan yakni lebih Rp1 miliar.

Pada tahun 2016 biaya promosi masih sebesar Rp33,138 miliar, namun pada 2017 membengkak menjadi Rp34,529 miliar dan kembali menyusut tajam ditahun 2018 menjadi tinggal Rp27,543 miliar.

Sementara itu untuk laba bersih jika dihitung pada kuartal 1 per 31 Maret setelah kursi Dirut BRK mengalami kekosongan, pada tahun 2019 terjadi pemerosotan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2017 kuartal 1 BRK masih menerima laba bersih senilai Rp9,582 miliar dan ditahun 2018 pada kuartal yang sama laba bersih adalah Rp8,587 miliar. Namun pada kuartal 1 tahun 2019, laba bersih BRK merosot tajam menjadi tinggal Rp7,242 miliar.

Begitu juga perbandingan kuartal 2, tahun 2019 laba bersih BRK hanya tinggal Rp14, 385 miliar, jauh merosot dibanding dengan 2018 dan 2017 yang masing-masing menyumbang laba bersih senilai Rp17,63 miliar dan Rp21,340 miliar.

Bahkan jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya atau pada tahun 2016, laba bersih kuartal 2 tahun ini masih jauh lebih rendah. Pada 2016 BRK masih menerima laba bersih 16,872 miliar.

(RB/Red)

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Edarkan Narkoba, Warga Siak Ditangkap di Pelalawan

Jumat, 27 September 2019 - 17:31 WIB

Pejabat AS Serukan Penyelidikan Tergadap Google, Ada Apa?

Selasa, 10 September 2019 - 08:06 WIB

Wakapolda Riau Ungkap Sulitnya Berantas Narkoba

Selasa, 03 September 2019 - 00:12 WIB

Edarkan Narkoba, Honorer Pemkab Pelalawan Diciduk Polisi

Senin, 02 September 2019 - 03:40 WIB

Pengacara Syariah Asep Ruhiat Siap Berkorban Bela UAS

Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:56 WIB

Tak Habis-habis, Kali Ini KPK OTT Korupsi Bawang Impor

Kamis, 08 Agustus 2019 - 09:15 WIB

Masuk DPO, Oknum Pemred Media Siber Akhirnya Ditangkap

Senin, 05 Agustus 2019 - 13:54 WIB

Perkosa IRT, Pria Asal Pelalawan Ini Dibui

Rabu, 31 Juli 2019 - 21:01 WIB

Pria Bejat di Pelalawan 'Gagahi' Anak Dibawah Umur

Sabtu, 20 Juli 2019 - 19:40 WIB

Pencurian Satu Unit Ayla di SPBU Ukui Terekam CCTV

Senin, 15 Juli 2019 - 10:08 WIB

Berbonceng Tiga Bawa Sabu, Berakhir Bui

Kamis, 11 Juli 2019 - 19:37 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize