RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Provinsi Riau menyatakan telah menyiapkan persediaan uang Rp4,5 triliun, untuk mencukupi kebutuhan tunai masyarakat di Ramadan dan Idul Fitri 1422 H.
"Sejalan dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat sejak pandemi covid-19, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai di Riau periode Ramadhan danLebaran Idul Fitri 1442 H akan mencapai Rp 4,5Triliun, atau meningkat 29,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,48 Triliun," Kepala Kantor BI Provinsi Riau, Decymus dalam siaran pers, Sabtu (17/4/2021).
Kata Decymus, proyeksi kenaikan kebutuhan uang kartal ini telah memperhatikan asumsi besaran ekonomi makro yang meliputi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi.
Selain itu juga mempertimbangkan data historis outflow, kebijakan pemerintah dan kondisi terkait penyebaran pandemi Covid-19.
Untuk menjaga ketersediaan uang tunai dalam rangka Hari Besar Kegamaan Nasional (HKBN), Bank Indonesia melakukan manajemen stock dengan menerima pengiriman tambahan kas dari Kantor Pusat Bank Indonesia sebelum Ramadhan 1422H dan melakukan koordinasi dengan perbankan untuk memastikan kebutuhan uang tunai tersedia dalam jumlah yang cukup, pecahan sesuai kebutuhan, dan kualitas yang layak edar.
"Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas akan kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia berkerja sama dengan perbankan dalam melayani penukaran uang yang tersebar di 77 jaringan kantor bank wilayah kerja Provinsi Riau," lanjutnya.
Bank Indonesia juga berupaya memberikan layanan optimal dengan mendistribusikan uang tunai melalui 3 titik Kas Titipan yang berada di Selat Panjang, Pasir Pengaraian dan Rengat serta layanan penukaran terbatas melalui kas keliling wholesale di Bagan Siapi-api, Tembilahan, Bengkalis, dan Dumai. Semua kegiatan ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
Bank Indonesia juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) melalui penukaran di jaringan kantor bank. UPK yang diterbitkan setiap 25 tahun sekali ini dapat digunakan untuk bertransaksi (berbelanja), berbagi THR saat lebaran, media mengenalkan kebudayaan, dan di simpan sebagai koleksi.
Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri keaslian uang Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan dan identitas negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenali fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebgai bentuk Paham Rupiah. (RB/ver)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…