Ilustrasi penegakan hukum di Indonesia. (Foto Ist)

Senin, 27 November 2017 - 15:08 WIB 2480000

Hukum dalam Negeri Seni Politik

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Jufri Hardianto Zulfan, S.H

Pembahasan ini ingin mengarahkan bagaimana eksistensinya suatu hukum yang berada dalam ranah negara kekuasaan. Untuk para praktisi hukum sudah tentu paham yang dimaksud dengan negara hukum, yaitu negara yang berasaskan dan berpondasikan pemerintahannya dengan hukum, sehingga segala sesuatu yang terjadi dan yang bahkan akan terjadinya mestilah taat dan tidak berlawanan dengan hukum yang disepekati tersebut dan pembahasan ini sesuai dengan tema di atas adalah bahwa Indonsia merupakan negara hukum dan hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 3 Ayat (1) menyatakan bahwa "Negara Indonesia adalah Negara Hukum"

Dan jika kita beranjak dibagian politik maka, polical science yang merupakan cabang ilmu sosial, yang telah menjadi kajian tersendiri, yaitu politik ditelaah pada perspektif keilmuan. Kajian ilmu politik dilakukan dengan metodologi keilmuan dan subtema-subtema yang bermacam-macam dari aspek politik hingga pemikiran. Memang resikonya, ketika politik ditelaah secara metodologis, para pakar bisa jadi terjebak pada aspek-aspek yang sering kali terkesan mengawang-awang. Ilmu politik, justru dipandang kurang bisa membumi, dan sering gagal dalam menjelaskan fenomena politik yang mencengangkan. Belum lagi, kritik saat monopoli istilah dan konsep yang barat-sentris, dan sering dikeluhkan tidak mampu menjawab masalah-masalah dalam masyarakat.

Sementara, politik sebagai seni kemungkinan (the art of possibilities), meringkaskan pengertian bahwa apa yang tidak mungkin, bisa menjadi mungkin. Dalam berplotik ada diplomasi, negosiasi, koalisi, kampanye. Disitu ada seni meyakinkan. Melalui pencitraan, politik memberi peluang bagi seseorang dari nothing alias bukan siapa-siapa, menjadi something alias etentitas yang kelas sosialnya naik, dan bukan itu saja karena dia mendadak menjadi elit penentu perubahan. Politik adalah seni untuk meraih atau mempertahankan kedudukannya dalam struktur kekuasaan. Politik juga bermakna sebagai seni untuk memutuskan kebijakan publik. Dan dalam hal ini keputusan politik akan ditentukan banyak variable . kalau yang dilihat akhir semata, sepertinya politik itu inkonsisten. Politik identik dengan kepentingan (tidak ada lawan dan kawan yang abadi). Koalisi politik bisa bergeser-geser sedemikan rupa selaras kepentingan. (Lihat, M. Alfan Alfian, Mengapa Politik Menarik, Memperbincangkan Urgensi Kepemimpinan Politik, 41-42:2016)

Penulis simpulkan bagaimana sebenarnya "pengaruh politik terhadap hukum" sehingga terkadang hal-hal yang pasti dapat kembali disamarkan, hal-hal yang benar dapat disalahkan begitupun sebaliknya dan disini penulis mendeskripsikan sedikit banyak mengenai seni politik di negeri penulis sendiri, Indonesia, yaitu:

a.Jika politik lebih mendominasi dari pada hukum atau dengan bahasa lain determinasi politik lebih kuat dari hukum, maka hukum hanya akan menjadi bagian uji coba untung-untungan saja

b.Dalam dunia politik, orang baik bisa saja tidak dapat tempat dan pendukung dan begitu pun sebaliknya, karena dalam hal ini yang dipandang bukan lagi orangnya akan tetapi keuntungan yang akan didapatkan dari suatu kebijakan jika itu terkait dengan kebijakan

c.Berpolitik adalah seni mempertahankan nama baik, sehingga disini tidak akan ditemui musuh abadi dan teman abadi, karena yang dipandang adalah nama baik sendiri dan tujuan tersendiri

d. Dan terakhir tentang politik, politik dapat dijadikan pengukur kestabilan suatu negara, dengan penjelasannya, jika orang-orang yang berpolitik tersebut orang baik maka kestabilan negara dan cita-cita akan aman dan tergapai dan begitu pula bahayanya jika perpolitikan dikuasai oleh orang-orang tidak baik yang menggerogoti negaranya sendiri.

Sehingga sebagai penutup penulis sampaikan, bukti gagalnya seorang politikus dalam berpolitik serta ambruknya seorang negarawan yang dianggap paham bernegara adalah mereka lupa dan mudah tergiur dengan hal-hal kesenangan semata, lalu korupsi menjadi bagian tradisi dikalangan para pejabat. Korupsi hanya bisa dilakukan oleh para pejabat yang punya jabatan yang bergaji banyak dan banyak tunjangan, namun rendah dalam moral dan gagal dalam pemahaman dan buta kebenaran. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Pesek yang Menjelaskan

Jumat, 24 November 2017 - 00:18 WIB
Opini

Muslim, Mengapa Politik Menarik

Rabu, 22 November 2017 - 16:16 WIB
Opini

Ini Bukan Soal SN

Selasa, 21 November 2017 - 17:04 WIB

Mafia Negara, 'Shame on You'

Selasa, 21 November 2017 - 00:28 WIB

Masukkan Aku Dalam Daftarmu

Minggu, 19 November 2017 - 22:57 WIB

Menawar Harga untuk Satu NKRI

Minggu, 19 November 2017 - 20:00 WIB
Opini

Manuver Politik KPK

Jumat, 17 November 2017 - 23:36 WIB
Dunia Islam

Sedikit Tentang Ilmu

Jumat, 17 November 2017 - 09:17 WIB

Jangan Sampai Hukum seperti Sarang Laba-laba

Jumat, 17 November 2017 - 07:07 WIB

Benang Menang Merah Antara HAM dan Kebebasan

Kamis, 16 November 2017 - 13:34 WIB

Cerdas Memilih di Tengah Kemajuan Teknologi

Senin, 13 November 2017 - 13:36 WIB

Pancasila dan Orang Indonesia

Jumat, 10 November 2017 - 21:59 WIB

Catatan Gilang Mahardika untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 22:46 WIB

Catatan Najwa untuk Sumpah Pemuda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

Peran Sentral Pemuda

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 09:26 WIB
Opini

Aditya dan Gelora Gerakan Mahasiswa

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 21:38 WIB

Niat KPK Memang Merusak Citra Peradilan

Senin, 09 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Propaganda Anti Korupsi Seperti Cara Kerja PKI

Minggu, 08 Oktober 2017 - 11:19 WIB

Organ-organ Jaringan Narkoba di Riau, Mana Jantungnya?

Jumat, 06 Oktober 2017 - 23:09 WIB

Bangsa Paling Dermawan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:55 WIB

Polemik E-KTP dan Licinnya Setya Novanto

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:12 WIB

Manusia yang Mencipta Sejarah

Rabu, 04 Oktober 2017 - 09:17 WIB

Tips Memilih Pengacara Biar Enggak Rugi

Rabu, 04 Oktober 2017 - 08:22 WIB

Sunnah Sedirham Surga

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:55 WIB

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:26 WIB
Opini

Nasib 300 Desa Pasca-Perda RTRWP Riau Diketok Palu

Senin, 02 Oktober 2017 - 10:17 WIB

Kedaulatan Ekonomi Digital

Kamis, 28 September 2017 - 09:54 WIB

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Kamis, 21 September 2017 - 22:53 WIB
Opini

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Kamis, 14 September 2017 - 11:29 WIB
Opini

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Selasa, 12 September 2017 - 12:26 WIB

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Senin, 04 September 2017 - 09:51 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia