RIAUBOOK.COM - Kembali dibukanya pintu pelimpah/spilway gate PLTA Kotopanjang pada Minggu 9 Desember 2019 mengakibatkan sebanyak 120 rumah di Pulau Rambai, Kampar, Riau, terendam bahkan sekumlah warga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri,M.Si telah meninjau langsung banjir yang terjadi di Dusun II Desa Pulau Rambai Kecamatan Kampar, Senin (10/12/18).
Dengan menggunakan perahu yang disediakan Tagana Kampar melalui Dinas Sosial, Sekda Kampar didampinggi beberapa Kepala Dinas antara lain Kadis Kesehatan Nurbit, MH, Kadis Sosial Amin Filda, Kadis Kominfo Arizon, Kepala BPNPD Kampar M Yasir menyebrangi derasnya arus sungai Kampar menunju Pulau Rambai.
Dilokasi banjir, Yusri melihat langsung kondisi rumah dan warga yang terkena banjir.
Besama rombongan Dt Yusri meyambangi beberapa masyarakat yang lagi sakit ke dalam rumahnya. Didampingi Kadis Kesehatan, Yusri mengegaskan agar Dinkes Kampar siap dalam membatu pengobatan warga, apabila diperlukan evakuasi segera lakukan baik ke Puskesmas maupun ke Rumah Sakit Umum.
Pada kesempatan tersebut Yusri dan rombongan juga menyerahkan secara simbolis bantuan beras sesuai dengan kebutuhan daerah yang terkena banjir. Dengan harapan walaupuan agar masyarakat bisa bersabar dan waspada.
Sejauh ini pihak Tagana memalui Dinsos telah menyiapkan Perahu untuk penyebrangan sungai kampar, akan tetapi Yusri juga minta kepada masyarakat apabila tidak terlalu mendesak tidak usah menyeberang kareja melihat kondisi sungai Kampar yang sangat deras saat ini.
Usai di Pulai Rambai, bersama Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, SH mengantar jenazah bocah usia 4 tahun korban banjir di pemakaman umum Desa Bukit Ranah Kecamatan Kampar. Dimana anak dari pasangan Zulhendri dan Leni tersebut tenggelam dan meninggal ditemukan warga sekitar pukul 11.30 WIB di sungai kampar di belakang rumahnya.
Sambil takziah ke rumah duka Desa Bukit Ranah, rombongan juga sekaligus meninjau banjir yang terdapat di du Desa Bukit Ranah dan Desa  Ranah, dimana banjir melintasi jalan utama ranah dan menjadi objek untuk bermandi oleh masyarakat setempat.
Kendati demikian, Wabup bersama Sekda juga berpesan agar masyarakat berhati-hati bersama anak dan keluarganya. Jangan terlena bermain air nantik malah menjadi bemcana seperti yang dialami mantan anggota DPRD Kampar yang harus kelhilangan putri kesayangannya. (RB/MCR)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…