(Foto dok. Jufri)

Kamis, 01 Februari 2018 - 14:50 WIB 34070000

Resiko Menjadi Seorang Pribumi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - OlehHardianto Zulfan, S.H

Dalam suatu tulisan, Prof Tjipta Lesmana menuliskan, "Sejak merdeka, bangsa kita mengenal 6 (enam) Presiden (sebelum periode Joko Widodo), masing-masing memiliki pola komunikasi yang berbeda. Pola komunikasi yang berbeda-beda itu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dalam disiplin komunikasi politik, yang diteliti oleh ilmuwan biasanya: (a) karakterirtiknya; (b) konsistensinya; (implementasinya). Pada aspek karakteristik, kita melihat konteksnya (konteks tinggi atau rendah), emosinya (cepat marah atau cool), sikap terhadap kritik (alergi kritik, atau menghargai kritik), dan kecepatan mengambil keputusan. Pada aspek konsistensi, kita melihat apakah ucapan atau pernyataan pemimpin biasanya konsisten atau sering berubah-ubah.

Pada aspek implementasi, kita ingin mengetahui apakah terdapat konsistensi antara pernyataan/ucapan dengan kebijakan. Pola komunikasi seorang pemimpin diakui tidak bisa dilepaskan dari tipe kepemimpinan orang itu: apakah dia termasuk pemimpin otoriter, demokratik atau laissez-faire. Oleh karena itu, dalam buku ini disinggung juga sedikit mengenai masalah kepemimpinan, khususnya menurut teori Edward T. Hall, seorang antropog Amerika yang banyak meneliti karakteristik bangsa-bangsa di dunia ini, baik Timur maupun Barat".

Berkaitan dengan hal tersebut, setidaknya penulis sampaikan bahwa menjadi seorang pribumi di negeri ini sangat mempengaruhi karakterisik seorang pemimpin yang berkaitan dengan pola tingkah laku serta kebiasaan yang biasa dilakukan di dalam komunitas masyarakat tertentu, dan tentu saja seorang pemimpin yang lahir dari lingkungan yang kita sebut dengan lingkungan "daun kering" dan "daun basah". Dalam konteks ini, pemimpin yang terlahir dan besar dalam keadaan lingkungan daun kering seperti ini setidaknya memiliki criteria yang mudah terbakar disisi lain tipe seperti ini lebih mudah untuk dipatahkan semangat juangnya disamping ia sendiri sulit mengendalikan dirinya sendiri seperti halnya daun kering yang mudah terbakar mudah patah dan hancur serta tidak akan mampu mempertahankan dirinya sendiri

Sementara itu, seorang pemimpin yang ditempa dalam lingkungan daun basah, akan lebih kuat terhadap berbagai terpaan ujian dan tidak akan mudah patah oleh berbagai guncangan. Dalam kondisi ini, seorang pemimpin akan dianggap lebih ideal dan baik serta akan lebih konsisten terhadap keputusan yang diambil serta bertanggung jawab secara penuh yang tentu saja dengan pengamatan yang sangat hati-hati dan cermat terhadap apa yang akan menjadi kebijakannya.

Nah, inilah resikonya menjadi orang pribumi di negeri ini, masyarakat secara umum memiliki kewajiban membentuk leader yang berkualitas secara keilmuan dan terlebih lagi berkualitas dari segi ahlak dan moral sehingga diharapkan lahir pemimpin yang berkualitas dan dipercaya. Komunikasi yang baik dan terjaga juga akan bergaris lurus dengan munculnya pemimpin yang pandai pula berkomunikasi dengan masyarakatnya, karena konsep ini tidak cukup dipelajari di sekolah formal saja. Dan yang sangat berperan dalam menciptakan rel ini adalah lingkungan keluarga serta paralel dengan komunitas masyarakat dimanapun mereka berada.

"So in every real sense, leadership effectiveness, both for presidents and anyone in a position of authority, depends to a high degree upon good communication skills," tulis Jhon Baldoni dalam kata pengantar bukunya berjudul Great Communication Secrets of Leaders (2003). Begitu penting factor komunikasi, menurut Baldoni, keberhasilan seorang pemimpin, termasuk Presiden, sesungguhnya sangat ditentukan oleh kepiawaian berkomunikasi. Melalui komunikasi, pemimpin membangun trust (kepercayaan) pada rakyat atau pengikutnya. Trust, menurut Crosman (seorang ahli propraganda) merupakan modal utama pemimpin .

Terakhir penulis sampaikan, kita secara pribadi maupun komunitas masyarakat harus memahami dengan baik bahwa, "Tumpukan sampah berbau busuk untuk selamanya tidak akan menghasilkan bau selain dari bau busuk pula. Dan untuk selamanya pula parfum yang berbau harum untuk selamanya tidak akan menghasilkan bau selain dari parfum pula.

*Penulis adalahMahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Riau. Fakultas Hukum. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Redaksi

Berita Terkini

Mengapa Negara Wajib Beragama

Kamis, 25 Januari 2018 - 11:19 WIB

Mengapa Batik

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:44 WIB

13 Catatan untuk Prof Mahfud MD

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:27 WIB

Politik Pilgub Riau Patah Tebu

Selasa, 09 Januari 2018 - 18:05 WIB

Catatan Ustadz Abdul Somad: Belajar Dari Al-Fatih

Senin, 08 Januari 2018 - 10:01 WIB

Budaya dan Agama

Minggu, 07 Januari 2018 - 11:28 WIB

Gerindra dan Kuda Poni

Minggu, 07 Januari 2018 - 10:39 WIB

5 Tipe Pemilih dalam Pilkada, Jangan Jadi Nomor 5 yaa..

Sabtu, 06 Januari 2018 - 12:10 WIB

Ancaman 'Kuda Hitam' dan 'Head to Head' Pilgub Riau

Kamis, 04 Januari 2018 - 13:01 WIB

Ustadz Abdul Somad, The Phenomenon

Jumat, 31 Desember 2010 - 23:58 WIB

Intoleransi Toleransi

Sabtu, 30 Desember 2017 - 23:08 WIB

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

Jumat, 29 Desember 2017 - 23:33 WIB
Opini:

Dimulai Dari yang Kecil

Jumat, 29 Desember 2017 - 16:59 WIB

Persatuan Bangsa-Bangsa Dalam Perspektif Psikologi Hukum

Selasa, 26 Desember 2017 - 23:48 WIB

Gubri Ideal

Minggu, 24 Desember 2017 - 01:32 WIB

Para Pembebek Nabi

Minggu, 24 Desember 2017 - 21:33 WIB
Opini:

LGBT Itu Penyimpangan Fitrah

Kamis, 21 Desember 2017 - 18:18 WIB
Opini:

Membaca Arah Penguasa Zaman Now

Kamis, 21 Desember 2017 - 10:31 WIB
Opini:

Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:37 WIB

Ramalan Shio untuk Karir Masa Depan

Kamis, 21 Desember 2017 - 07:46 WIB
Opini:

Anti-LGBT Itu Alami

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:57 WIB
Opini:

Narasi Tanpa Orasi

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:38 WIB
Opini:

Andi Rachman Berpotensi Menang Pilgubri 2018

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:36 WIB
Opini:

PDIP Untung, Andi Rachman Rugi

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:16 WIB
Opini Fahri Hamzah:

The Real People Power

Senin, 18 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Aksi Cuma Omong Doang

Senin, 18 Desember 2017 - 21:38 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Al-Aqsha di Hatimu

Senin, 18 Desember 2017 - 20:57 WIB

Baca Garis Tangan, Konon Katanya Menentukan Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2017 - 23:30 WIB
Dunia Islam:

Bela Al-Aqsha

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:48 WIB
Opini:

Polemik Putusan MK

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:31 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize